Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Sudah 42,9 Persen Warga Cengkareng Terima Vaksin Covid-19, Herd Immunity Hampir Tercapai

Warga Cengkareng yang menerima vaksin Covid-19 sudah mencapai 42,9 persen sehingga herd community atau kekebalan kelompok diharapkan segera terbentuk.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Max Agung Pribadi
Wartakotalive/Desy Selviany
Suasana pos penyekatan di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat kosong tak dijaga petugas Satlantas, Senin (19/7/2021) 

CENGKARENG -Capaian vaksin di Kecamatan Cengkareng melonjak hampir dua kali lipat selama tiga pekan terakhir. 

Kini 42,9 warga di Cengkareng sudah divaksin.

Camat Cengkareng Ahmad Faqih mengatakan bahwa pihaknya terus menggenjot vaksinasi Covid-19 saat wilayah itu sempat alami lonjakan kasus sejak akhir Juni 2021 lalu.

Baca juga: Baru 3 Hari Ditetapkan Dirlantas, Pos Penyekatan PPKM di Cengkareng Tak Dijaga Petugas

Mulai dari aparat TNI, Polisi, dan swasta dilibatkan dalam vaksinasi Covid-19.

"Hasilnya sekarang capaian kita jauh sekali mencapai 42,9 persen dari sebelumnya  hanya sekira 22,6 persen. Jadi kenaikan tiga pekan ini hampir 100 persen atau dua kali lipat dari sebelumnya," ungkap Faqih dihubungi lewat sambungan telepon Rabu (21/7/2021).

Faqih menjelaskan, sebelumnya pada 27 Juni 2021 warga yang divaksin Covid-19 di Cengkareng hanya mencapai 80.746 warga.

Baca juga: Antrean di RSUD Cengkareng Mengular hingga Lorong Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

Saat ini kata Faqih, sudah 176.900 warga Cengkareng yang mendapatkan vaksin Covid-19 dari target 457.000 warga untuk mencapai angka herd immunity community atau kekebalan kelompok.

"Kecepatan vaksin akan terus kami tingkatkan dengan melibatkan seluruh elemen sehingga dapat capai herd immunity," tandasnya. 

Diketahui sebelumnya Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, mencatat peningkatan harian kasus Covid-19 tertinggi se-DKI Jakarta, pada Minggu (20/6/2021). 

Baca juga: Lurah Cengkareng Timur Sebar Peraturan PKL Dilarang Berjualan Akibat Kasus Covid-19 Melonjak

Camat Cengkareng Ahmad Faqih menyatakan, tingginya peningkatan kasus Covid-19 di wilayahnya disebabkan warga yang semakin abai akan protokol kesehatan. 

"Warga masyarakat ini semakin abai kalau saya lihat. Mungkin karena bosan memuncak dengan berbagai pengetatan sehingga tingkat kesadaran untuk melakukan protokol kesehatan ini semakin abailah begitu," kata Faqih saat dihubungi, Senin (21/6/2021). 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved