Piala Eropa 2020

Perayaan Gelar Juara Piala Eropa 2020 Dianggap Sebagai Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Italia

Timnas Italia sukses jadi juara Piala Eropa 2020 usai kalahkan Timnas Inggris lewat adu penalti dengan skor 3-2.

Editor: Sigit Nugroho
twitter @euro2020
Pemandangan kontras terjadi dimana Kiper Timnas Italia Donnarumah dikerubungi pemain karena sukses dalam adu penalti. Sementara kiper timnas Inggris Jordan Pickford terduduk lesu. Italia menjadi juara Piala Eropa untuk kedua kalinya. 

WARTAKOTALIVE.COM, ITALIA - Timnas Italia sukses jadi juara Piala Eropa 2020 usai kalahkan Timnas Inggris lewat adu penalti dengan skor 3-2.

Hasil itu memastkan Italia meraih trofi kedua di Piala Eropa.

Sebelumnya, pasukan Gli Azzurri, julukan Timnas Italia, pernah meraih trofi juara pada Piala Eropa 1968.

Gelar juara musim ini sekaligus menjadi comeback bagi Italia yang absen pada ajang Piala Dunia 2018.

Prestasi itu membuat tim asuhan Roberto Mancini itu dipuji seluruh warga Italia.

Hal itu pun sempat diwujudkan dalam bentuk parade kemenangan dengan menggunakan bus atap terbuka di Roma.

Parade juara itu sontak menimbulkan kerumunan yang tak terkendali di tengah kota Roma.

Baca juga: Dukung Program Prioritas Pemerintah, Jakpro Gekar Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Harry Maguire Mendukung Gareth Southgate untuk Memimpin Three Lions Hingga Piala Dunia 2022

Baca juga: Otoritas Kesehatan Roma Menuding Pesta Euro Timnas Italia Jadi Biang Peningkatan Kasus Covid-19

Namun, kerumunan parade juara yang dilakukan oleh para pemain Italia membuat kasus Covid-19 melonjak, khususnya di Roma.

Menurut data Worldometers yang dikutip BolaSport.com, dalam seminggu terakhir, Italia mengalami peningkatan kasus sebanyak 116 persen.

Setidaknya ada 19.390 kasus positif Covid-19 baru dalam seminggu terakhir.

Pengamat kesehatan Italia, Alessio D'Amato, langsung menyalahkan Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina.

Bahkan, D'Amato menilai bahwa lonjakan kasus Covid-19 kali ini sebagai 'Efek Gravina'.

"Kami membayar harga untuk apa yang disebut 'Efek Gravina', tetapi untungnya tanpa komplikasi di rumah sakit," kata D'Amato seperti dilansir BolaSport.com dari Football Italia.

"Kami pasti akan melihat lebih banyak kasus sebagai akibat dari hilangnya fokus seputar perayaan Piala Eropa dan tren itu akan berlanjut selama beberapa hari lagi," ujar D'Amato.

"Sebagian besar kasus positif baru adalah anak muda yang belum divaksinasi sehingga sekali lagi menunjukkan pentingnya vaksinasi," tutur D'Amato.

Dalam kurun waktu 24 jam, yakni pada Senin (19/7/2021) hingga Selasa (20/7/2021) waktu setempat, tercatat ada 681 kasus Covid-19 dengan satu kematian di Roma.

Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved