Breaking News:

Virus Corona

NASIB Anak-anak yang Terdampak Pandemi, KPAI Keluarkan 5 Rekomendasi Perlindungan Anak

KPAI mendorong adanya penelusuran dan pemilahan data oleh Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah, dari 76.200 orang pasien Covid-19 yang meninggal.

Editor: Hertanto Soebijoto
Dok. Humas Kemendikbud
Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan, sehubungan dengan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat dan berdampak pada anak-anak yang kehilangan salah satu orangtuanya atau kedua orangtuanya, maka hal ini perlu diantisipasi cara membantu dan melindungi anak-anak. Foto dok: Retno Listyarti saat membuka kegiatan Antisipasi Tindak Kekerasan Peserta Didik Jenjang SMP Angkatan III di Jakarta, Selasa (15/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal Maret 2020, telah menelan korban nyawa manusia.

Korban Covid-19 yang semula anak-anak relatif aman dan tidak terpapar, namun untuk virus corona varian delta dari India ini menyerang siapa saja, termasuk anak-anak.

Atas dasar itu Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengeluarkan lima rekomendasi perlindungan anak akibat dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan jumlah kematian orang tua anak meningkat.

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan, sehubungan dengan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat dan berdampak pada anak-anak yang kehilangan salah satu orangtuanya atau bisa jadi kehilangan kedua orangtuanya, maka hal ini perlu diantisipasi dan dipikirkan cara membantu dan melindungi anak-anak tersebut, masa depan mereka masih panjang.

"Tentu saja negara harus hadir, baik atas nama Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah," ujar Retno Listyarti dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Yuni Shara Mengaku Temani Anak Nonton Film Porno, KPAI Tegas: Konten Porno Tak Boleh Dilihat Anak

Baca juga: KPAI Sebut Kematian Anak Akibat Covid-19 Tinggi, Penanganan Pandemi Belum Berpihak Kepada Anak

Pertama, KPAI mendorong adanya penelusuran dan pemilahan data oleh Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah, dari 76.200 orang pasien Covid-19 yang meninggal per 20/7/2021 terkait berapa orang yang usia produktif, yang menjadi tulang punggung keluarga, jumlah anak yang dimiliki dan berapa usianya.

Kedua, KPAI mendorong pemilahan data yang lebih rinci terkait jumlah anak-anak yang kehilangan salah satu orang tuanya dan atau jumlah anak-anak yang kehilangan kedua orang tuanya.

"Berikutnya, harus dilakukan pemetaan wilayah domisilinya anak-anak tersebut agar penanganannya melibatkan pemerintah daerah secara langsung, pada tempat dimana anak-anak tersebut berdomisili, dalam hal ini bisa mengaktifkan peran Dinas Dukcapil setempat dengan dasar Kartu Keluarga yang diperbaharui karena ada keluarga yang meninggal," ujar Retno.

Baca juga: KPAI Catat Penurunan Drastis Pengaduan PPDB Tahun 2021

Ketiga, KPAI mendorong pemerintah daerah memastikan pemenuhan hak anak-anak yang kehilangan orang tuanya tersebut, seperti pemenuhan keberlangsungan hak atas pendidikannya, memastikan anak-anak tersebut dalam pengasuhan oleh keluarga terdekat, hak pemenuhan kesehatannya, dan sebagainya.

"Pengasuhan anak yang kehilangan orang tuanya akibat Covid-19, harus dipastikan pengasuhannya dilakukan oleh kerabat atau keluarga besar mereka. Panti asuhan seharusnya menjadi pilihan terakhir. Penanganan ini tentu memerlukan kehadiran Negara serta dukungan APBN dan APBD demi kelangsungan hidup dan masa depan anak-anak yang masih di bawah umur," ujar Retno.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved