Breaking News:

Berita Jakarta

Dituduh Lakukan Dugaan Kartel Kremasi, 2 Pegawai Rumah Duka Abadi Diperiksa Polisi

Dua petugas Rumah Duka Abadi diperiksa Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat karena diduga melakukan praktik kartel kremasi.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Intan Ungaling Dian
Warta Kota/Desy Selviany
Plang Rumah Duka Abadi di Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (19/7/2021). Dua pegawai di rumah duka ini diduga melakukan praktik kartel kremasi. Saat ini, kasusnya sedang diselidiki polisi. 

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH - Dua petugas Rumah Duka Abadi diperiksa Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Mereka diperiksa terkait isu dugaan kartel kremasi yang viral di whatsApp.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki isu viral di media sosial tersebut.

Langkah pertama, dua pegawai Rumah Duka Abadi dipanggil ke Mapolres Metro Jakarta Barat untuk melakukan klarifikasi.

"Hari ini kami panggil. Sampai saat ini wawancara klarifikasi masih berlangsung," ujar Joko dihubungi Rabu (21/7/2021).

Baca juga: VIDEO Krematorium Cilincing Layani Proses Kremasi 24 Jam Demi Lawan Kartel Kremasi

Baca juga: Siap Dipakai, Tempat Kremasi Jenazah Covid-19 di TPU Tegal Alur Dijamin Gratis, Ini Persyaratannya

Kedua pegawai Rumah Duka Abadi itu kata Joko sudah tiba sejak pukul 10.00 WIB.

Saat ini, pihak yang memviralkan informasi dugaan kartel kremasi belum kunjung melapor ke Polres Metro Jakarta Barat.

Sosok yang mengaku warga Jakarta Barat bernama Martin itu masih belum diketahui keberadaannya.

Sebelumnya, ada informasi berantai viral di pesan whatsApp.

Dalam informasi tersebut dikabarkan, pria bernama Martin menjadi korban kartel kremasi.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved