Breaking News:

Berita Nasional

Bank Dunia Sebut Indonesia Jadi Negara Berpenghasilan Menengah ke Bawah, Berikut Tanggapan Pengamat

World Bank atau Bank Dunia resmi menurunkan status penghasilan Indonesia jadi negara berpenghasilan menengah ke bawah (lower middle income country).

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Panji Baskhara
Istimewa
World Bank atau Bank Dunia resmi menurunkan status penghasilan Indonesia jadi negara berpenghasilan menengah ke bawah (lower middle income country). 

"Bagaimana kita supaya 'naik kelas' lagi? Ekonomi kita harus tumbuh di atas 7 persen, mampu tidak?"

"Instrumen kita mampu tidak? Momentum transformasi benar terjadi?" ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Adapun, masalah awal dari sisi pemerintah saat ini setelah pandemi usai adalah mengalami situasi booming harga komoditas, termasuk minyak di dalamnya.

Pada saat pandemi ini, kata Misbakhun, Indonesia mendapatkan berkah dari adanya perang dagang China dengan Amerika Serikat (AS) diikuti sekutunya.

“China tidak mau membeli barang komoditas dari sekutu AS yakni Australia, sehingga membuat harga batu bara Indonesia naik."

"Tidak hanya batu bara, China juga membeli komoditas sawit dan karet dari Indonesia. Itu membuat harga komoditas kita naik. Ini kita nikmati sekarang,” ujar Misbakhun.

Misbakhun mengingatkan, jangan sampai kesalahan periode booming komoditas yang pernah terjadi di era tahun 1980-an kembali terulang sekarang dengan melupakan pengembangan industri manufaktur.

“Jika tidak mampu untuk merespons secara bijak kenaikan harga komoditas, maka diyakini Indonesia dapat terjebak situasi middle income trap atau jebakan negara berpendapatan menengah,” ungkapnya.

Tanggapan Jubir Presiden

Kini, Indonesia turun kelas jadi negara berpenghasilan menengah ke bawah.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved