Breaking News:

Berita Video

VIDEO Salat Idul Adha di Masjid Al-Muhajirin di Hadiri 300 Jemaah, Khatib: Utamakan Kepekaan Sosial

Menurutnya, hal tersebut merupakan ujian dari Allah bagi umat Islam dan seluruh masyarakat di Indonesia bahkan dunia.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, Tangerang - Ust. Haris Munandar, khatib yang berkutbah saat Salat Idul Adha 1442 H di Masjid Al-Muhajiri, Tangerang mengajak masyarakat untuk lebih merasakan kepekaan sosial terhadap sesama di masa Pandemi Covid-19 saat ini.

Perayaan Idul Adha tahun ini dalam situasi memprihatinkan, ditengah pandemi Covid-19 yang belum usai serta penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM) Darurat.

Menurutnya, hal tersebut merupakan ujian dari Allah bagi umat Islam dan seluruh masyarakat di Indonesia bahkan dunia.

"Dalam beberapa pekan terakhir, banyak masyarakat di sekeliling kita sedang dalam keadaan terpuruk ataupun sakit. Maka dari itu marilah kita kembangkan sifat empati diantara sesama warga dengan berkurban," ujar Ustad G. Haris Munandar saat diwawancarai Wartakotalive.com, Selasa(20/7/2021).

Lebih lanjut Haris Munandar mengatakan, mengajak umat Islam untuk lebih tau diri bahwa dalam menjawab ujian dan tantangan dari Allah saat ini adalah ketakwaan.

"Harapan kedepan khususnya bagi umat Islam agar lebih mawas diri, bahwasanya virus Covid-19 ini memanglah ada. Bahkan kita sadari, beberapa hari terakhir, betapa penting dan mahalnya nilai kesehatan karna sudah banyak masyarakat Tangerang yang terdampak," kata Haris Munandar.

Melalui pantauan Wartakotalive.com, sholat berjamaah Idul Adha di Masjid Al-Muhajirin tersebut dihadiri sekira 250-300 jemaah yang merupakan warga sekitar Tanah Tinggi, Tangerang.

Jarak antar jemaah yang hadir dibatasi dengan jarak 50cm. Selain itu terlihat juga jemaah yang hadir dalam sholat berjamaah ini mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker.

Rencananya usai pelaksaan sholat berjamaah, Masjid Al-Muhajirin akan melakukan pemotongan hewan kurban yang terdiri dari 4 sapi dan 15 kambing.

Pengurus masjid telah membentuk panitia khusus untuk pelaksanaan pemotongan hewan kurban yang terdiri dari perwakilan setiap RT.

Hal tersebut dilakukan, guna mencegah kerumunan warga sekitar yang kerab terjadi saat pemotongan dan pembagian daging kurban.

"Warga sekitar tidak diizinkan untuk datang menyaksikan langsung proses pemotongan hewan kurban, karna akses masuk akan kami tutup. Hanya panitia yang sudah ditentukan saja yang dapat memasuki area masjid Al muhajirin ini," ujar Panitia pemotongan hewan kurban, Masrizal kepada Wartakotalive.com.(m28)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved