Breaking News:

Liga Inggris

Pesepakbola Liga Premier Ditangkap Karena Dicurigai Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Anak-anak

Pemain itu ditangkap Jumat lalu dan diwawancarai oleh polisi sebelum dia dibebaskan dengan jaminan dan klub sudah memberikan skorsing

Editor: Umar Widodo
premierleague.com
Otoritas hukum di Inggris menangkap seorang pemain bola Premier League yang diduga melakukan pelecehan kepada anak dibawah umur yang menyalahi hukum 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seorang pesepakbola Liga Premier telah ditangkap karena dicurigai melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak.

Pemain itu ditangkap Jumat lalu dan diwawancarai oleh polisi sebelum dia dibebaskan dengan jaminan.

Dalam sebuah pernyataan, Polisi Greater Manchester (GMP) mengatakan,

“Petugas menangkap seorang pria pada hari Jumat 16 Juli 2021 karena dicurigai melakukan pelanggaran seks anak. Dia dalam jaminan polisi sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.”

Pesepakbola tersebut telah diskors oleh klubnya sementara penyelidikan berlanjut.

Everton merilis pernyataan berikut pada Senin malam tetapi menolak untuk mengkonfirmasi apakah itu adalah pemain yang sama yang telah ditangkap karena dicurigai melakukan pelanggaran seks anak.

Pernyataan itu berbunyi:

“Everton dapat mengonfirmasi telah menangguhkan pemain tim utama sambil menunggu penyelidikan polisi. Klub akan terus mendukung pihak berwenang dengan pertanyaan mereka dan tidak akan membuat pernyataan lebih lanjut saat ini.”

Jaksa Agung Inggris Michael Ellis meminta masyarakat jangan langsung menghakimi dan menuduh bersalah pemain sepak bola yang dituduh melakukan pelecehan ke anak dibawah umur
Jaksa Agung Inggris Michael Ellis meminta masyarakat jangan langsung menghakimi dan menuduh bersalah pemain sepak bola yang dituduh melakukan pelecehan ke anak dibawah umur (parliament.uk)

Sementara itu Jaksa Agung Rt Hon Michael Ellis QC MP mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam membahas kasus tersebut.

“Semua orang tidak bersalah sampai terbukti bersalah, dan semua orang berhak mendapatkan pengadilan yang adil,” katanya dikutip dari Guardian.

“Tweet atau postingan yang salah menilai bisa berakibat fatal dan mengganggu persidangan. Ini bisa berarti persidangan ditunda atau paling buruk dihentikan karena pengadilan yang adil tidak mungkin dilakukan – jadi saya akan memperingatkan semua orang, jangan menghalangi penegakan keadilan. Kantor Kejaksaan Agung akan memantau situasinya dan kami akan meninjau segala penghinaan atas tuduhan pengadilan yang ditujukan kepada kami,” tegas Jaksa Agung Michael Ellis.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved