Jumat, 1 Mei 2026

Iduladha

Didi Pedagang Arang Musiman Laris Manis karena Hari Raya Iduladha

Miftahuddin, pedagang arang musiman di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, menuai rezeki saat peringatan Hari Raya Iduladha.

Tayang:
Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Muhamad Fajar Riyandanu
Didi Darmadi, penjual arang musiman, tersenyum barang dagangannya laris manis saat peringatan Iduladha. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Miftahuddin, pedagang arang musiman tersenyum saat melihat barang dagangannya laris manis.

Seperti biasa, jika ada Hari Raya Iduladha ada banyak pedagang arang musiman.

Mereka berlomba meraup rezeki, karena banyak masyarakat yang mendapat daging hewan kurban selanjutnya bikin sate.

Baca juga: Berharap Dapat Daging Kurban, Seorang Ibu Rela Antre Cairkan BST Rp 600 Ribu untuk Beli Tusuk Sate

Satu diantara penjual arang tersebut adalah Miftahuddin, pria asal Jakarta ini mengaku dagangannya tetap laris walau dalam situasi pandemi Covid-19 dan PPKM Darurat.

"Enggak terlalu turun sih, hampir sama aja. Penghasilan ngak turun jauh," kata Udin, saat ditemui di sekitar Stasiun Tanah Abang, Jalan Jatibaru Raya, Jakarta Pusat, Selasa (20/7/2021).

Udin membuka lapaknya sejak hari Minggu (18/7). Pria yang aslinya berpofesi sebagai pengemudi ojek online ini dapat meraup keuntungan sejumlah Rp 500.000 sampai Rp 600.000 per hari. Hari ini adalah hari terakhir ia membuka lapak.

Saat ditemui, ia sedang mengemasi arang batok ke dalam plastik warna merah.

Baca juga: Warga Rela Antre Panjang Cairkan Rp 600.000 Dana BST Demi Beli Tusuk Sate

Selain arang, di lapak milik Udin juga tersedia tusuk sate, kipas tangan, dan pemanggang sederhana.

Masing-masing dilego dengan harga Rp 10.000 untuk arang batok Rp 5.000 untuk 100 tusuk sate, Rp 10.000 untuk kipas tangan, Rp. 30.000 untuk pemanggang.

Hal serupa juga dirasakan oleh Didi Darmadi, penjual arang di daerah fly over tanah abang, Palmerah, Jakarta Barat, ini mengaku tidak merasakan penurunan permintaan akan arang.

"Kita masih normal aja. Nanti setelah ashar itu ramai-ramainya," ucap Didi, Selasa (20/7/2021), siang.

Pria yang menetap di Jalan Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat ini mengaku sudah memperoleh Rp. 800.000 hingga pukul 12.00 WIB.

"Buka pagi, habis sholat ied. Alhamdulillah sekitar Rp. 800.000 ribu," ungkap Didi saat ditemui di fly over tanah abang, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (20/7/2021), siang.

Baca juga: Pemprov DKI Sulap Dua Rusun Jadi Satelit Wisma Atlet untuk Tangani Pasien Covid-19

Didi menambahkan, apabila barang yang ia jual tidak habis sampai malam nanti, barang tersebut akan ia simpan di gudang.

"Ini barang gak bisa basi. Bisa dijual lagi buat tahun baru. Setahun 2 kali. Musiman, jadi lebaran haji sama lebaran idul fitri," Jelas Didi.

Didi, yang sehari-hari bekerja sebagai security di daerah Kebayoran, Jakarta Selatan ini mengaku sudah menjalani profesi sampingan itu selama 10 tahun.

Ia memilih mendirikan lapak di bawah fly over tanah abang karena kawasan itu selalu ramai. "Di sini kan orang lalu lalang orang banyak," pungkas Didi.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved