Breaking News:

Berita Nasional

Beredar Poster 'Ketum Demokrat' Moeldoko Ucapkan Selamat Idul Adha, Rachland Sebut Tuna Etika

Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidiq merespon poster tersebut dengan mengajak masyarakat untuk menertawakannya.

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi
Twitter
Poster ucapan selamat Idul Adha bergambar Moeldoko yang tersebar di sosial media 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Sejumlah politisi Partai Demokrat meradang dengan beredarnya poster ucapan selamat Hari Raya Idul Adha dari Moeldoko.

Pasalnya, dalam poster tersebut, tertulis Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Mengenakan seragam partai Demokrat, Moeldoko bersandingan dengan Jhoni Alien Marbun yang disebut sebagai Sekjen Partai Demokrat.

Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidiq merespon poster tersebut dengan mengajak masyarakat untuk menertawakannya.

Baca juga: Denny Sesumbar Semua Kader Demokrat Tak Bisa Kalahkan Dirinya, Prediksikan Partai Itu Akan Nyungsep

Rachland bahkan menyebut, keberadaan poster tersebut membuktikan bahwa Kepala KSP Moeldoko tidak memiliki etika lantaran Kemenkumham sendiri telah mengakui bahwa Partai Demokrat besutan Agus Harimurti Yudhoyono adalah yang sah di mata hukum.

"Kita maafkan hari ini. Besok kita tertawakan lagi. Selamanya kita tak akan lupakan, Kepala Staf Presiden @Jokowi ini: tuna etika dan tebal sekali kulit mukanya. Ia bagian dari penyebab, kenapa Istana di masa Presiden Jokowi tak dipandang dengan segan, apalagi hormat." tulis Rachland di Twitter, Selasa (20/7/2021).

Sementara itu, politisi Demokrat lainnya, Yan Harahap menyebutkan bahwa Moeldoko seolah tidak punya rasa malu dan telah 'melecehkan' Kemenkumham.

Baca juga: SRI Mulyani Kirim Kabar Bahagia, Pemegang Kartu Sembako Bakal Dapat Duit Rp200 Ribu Per Bulan

"Soal ‘rasa malu’ harus kita akui, anak buah Pak @jokowi ini kelihatannya memang sudah tak punya. Keputusan MenkumHAM pun ia ‘lecehkan’."

Yan Harahap menyebut, apa yang dilakukan Moeldoko selama ini telah menjadi contoh buruk bagi generasi bangsa.

"Ia sepertinya merasa lebih terhormat menjadi seorang ‘begal’ daripada menjadi KSP yang baik. Contoh buruk bagi generasi bangsa," ungkapnya

Baca juga: Pengamat Prediksi PPKM Darurat Bisa Diperpanjang hingga September 2021, Simak Penjelasannya

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved