Breaking News:

Virus corona

WHO: Lonjakan Kasus Covid-19 di Sejumlah Negara Bisa Lahirkan Varian Baru yang Lebih Kuat

WHO memperingatkan bahwa lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di beberapa negara saat ini berpotensi memunculkan varian corona baru.

Editor: Bambang Putranto
Warta Kota/Henry Lopulalan
Antre mengisi tabung oksigen. Lonjakan kasus covid-19 di Indonesia menyebabkan kebutuhan oksigen untuk membantu pernapasan pasien, melonjak drastis, sehingga sempat terjadi kelangkaan pasokan. 

Wartakotalive.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di beberapa negara saat ini berpotensi memunculkan varian corona baru.

"Pandemi belum selesai," kata Profesor Didier Houssin, ketua Komite Darurat COVID-19 WHO pada Kamis (15/7/2021), dikutip dari ABC News.

Lonjakan infeksi dan kematian Covid-19 secara global menyoroti tantangan lebih lanjut dari pandemi.

Di Afrika, kasus baru melampaui puncak gelombang kedua selama tujuh hari yang berakhir pada 4 Juli dan jumlah kematian minggu ini naik 40%, menurut WHO.

Di awal pandemi, hanya ada satu varian virus corona yakni SARS-CoV-2.

Namun setelah virus ini menyebar ke seluruh dunia, muncul mutasi-mutasi baru.

Bahkan beberapa mutasi lebih menular daripada virus aslinya.

Saat ini ada empat varian Covid-19 yang menjadi perhatian WHO yakni Alpha, Beta, Gamma, dan Delta.

Varian Delta yang pertama kali diidentifikasi di India, telah menyumbang hampir 60% dari semua kasus infeksi Covid-19 di AS.

Bahkan varian ini telah tersebar di lebih dari 100 negara di dunia, termasuk Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved