Virus Corona Jabodetabek

Viral, Warga Jakbar Diperas Kartel Kremasi hingga Rp 65 juta, Para Pelaku Mengaku dari Dinas

Warga yang mengatasnamakan bernama Martin asal Jakarta Barat, mengaku diperas Rp 65 juta oleh sindikat kartel kremasi untuk mengkremasi ibunya

mitti.se
Ilustrasi -- viral terjadi kartel kremasi jenazah, keluarga harus bayar mahal 

Sementara kepada usaha jasa pemakaman yang berubah fungsi menjadi lembaga "pemerasan" keluarga korban, baiknya ditangkap dan dihukum seberat-beratnya.

Karena ulah mereka dinilai sama menyusahkannya seperti pandemi Covid-19 yang menari di atas penderitaan korbannya.

"Usaha mereka harus diambil alih Pemda, jaringan Krematorium Jabodatabek sampai seluruh Jawa Barat/Serang harus diajak kerja sama oleh Pemda. Jaringan penjual peti serta mobil jenazah beserta sopirnya harus dikendalikan staf gubernur yang dapat dipercaya.," jelasnya.

Baca juga: 115 Pasien Covid-19 India Tewas Setiap Jam, Jenazah Dikremasi di Jalanan Jika Krematorium Penuh

Namun yang tak kalah pentingnya, kata dia, harus tersedia tempat jenazah bermalam seandainya harus berada dalam antrean di krematorium.

Soalnya faktor inilah yang membuat keluarga tak berdaya saat didesak keluar RS sementara mereka bingung tahu harus dibawa ke mana jenazahnya.

"Tampaknya pihak keluarga akan paham dan sangat bersedia bila membayar biaya peti, ambulan, kremasi, guci, sewa perahu untuk melarung abu jenazah bila totalnya sekitar Rp 10 sampai 20 juta," katanya. (faf)

  

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved