Breaking News:

Kriminalitas

Tak Punya Uang Buat Visum, Korban Pembacokan dan Penembakan di Duren Sawit Belum Bisa Lapor Polisi

Miris, Tak Punya Uang Buat Visum, Korban Pembacokan dan Penembakan di Duren Sawit Belum Bisa Lapor Polisi. Alasannya biaya visum dibebankan ke korban

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Kondisi Yohannes setelah ditikam di sekitar Taman Malaka Selatan, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Kamis (15/7/2021). 

Agar penanganan kasus ini berjalan, ia dan ibunya akan mencarikan pinjaman uang untuk melakukan visum korban di rumah sakit pada Senin (19/7/2021). 

"Mudah-mudahan kami dapat pinjaman uang untuk visum adik saya. Katanya sih biaya visum sebesar Rp 500.000, " ujarnya dengan suara bergetar.

Laporan Ditolak Polisi

Keluarga korban penganiayaan dengan menggunakan airsoft gun dan senjata tajam di sebuah warung kopi Jalan Taman Malak Selatan, Duren Sawit, Jakarta Timur mengaku sempat ditolak aparat Kepolisian saat ingin membuat laporan polisi di Polsek Duren Sawit.

Namun, saat dikonfirmasi, Kapolsek Duren Sawit, Kompol Rensa Aktadivia membantah tudingan tersebut.

Menurut dia, anggotanya tidak menolak laporan korban salah sasaran yang diketahui bernama Johanes.

Dirinya berkilah karena yang datang membuat laporan polisi adalah kakak korban bernama Lukas dan beberapa temannya pada Jumat (16/7/2021) sekira pukul 03.00 WIB.

Sementara Johanes yang menjadi korban pembacokan dan penikaman tidak dibawa ke Polsek Duren Sawit.

Selain itu, penolakan dikarenakan, Lukas tidak bisa menunjukan bukti visium dari rumah sakit atas luka korban.

"Sama penyidik disampaikan, kalau mau buat LP, korbannya harus divisium dulu di rumah sakit," ujar dia kepada Wartakotalive.com, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga: Jadi Korban Salah Sasaran, Dua Pemuda di Duren Sawit Ditembak Airsoft Gun dan Ditikam Tiga Tusukan

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved