Breaking News:

Virus Corona

Bagi-bagi Uang Tunai, Beras hingga Kuota Internet di Tengah Naiknya Kasus Covid-19

Anggaran yang disediakan pada program KPM sebesar Rp 3,58 triliun untuk pembelian hampir lebih dari 250.000 ton beras dari gudang Bulog. 

Editor: Hertanto Soebijoto
Kompas.com/Mutia Aziza
Menteri Keuangan Sri Mulyani melalui laman kemenkeu.go.id, Senin (19/7/2021), menjelaskan,  pemerintah telah memutuskan bahwa keluarga ini akan diberikan sama seperti keluarga penerima kartu sembako.  Foto dok: Menteri Keuangan Sri Mulyani soal dana bantuan sosial DKI Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kementerian Keuangan menyatakan, pemerintah memberikan bantuan beras Bulog kepada 28,8 juta keluarga penerima manfaat atau KPM yaitu bagi kelompok penerima kartu sembako sebanyak 18,8 juta KPM ditambah kelompok penerima Bansos tunai sebanyak 10 juta KPM yang akan mendapat 10 kilo gram (kg) per keluarga. 

Anggaran yang disediakan pada program ini sebesar Rp 3,58 triliun untuk pembelian hampir lebih dari 250.000 ton beras dari gudang Bulog. 

"Menteri sosial juga menerima permintaan dari daerah sebesar 5,9 juta keluarga yang diharapkan mendapat bansos tunai dari pemerintah," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani melalui laman kemenkeu.go.id, Senin (19/7/2021). 

Video: Antre di ATM Bank DKI Kramat, Warga Kesal BST Belum Juga Cair

Dia menjelaskan, pemerintah telah memutuskan bahwa keluarga ini akan diberikan sama seperti keluarga penerima kartu sembako. 

"Jadi, kita menambahkan 5,9 juta KPM mereka akan mendapatkan 6 bulan masing-masing Rp 200 ribu per bulannya, sehingga anggarannya adalah Rp 7,08 triliun,” kata Sri Mulyani. 

Sementara itu, untuk alokasi bansos tunai bagi 10 juta KPM pada program yang telah ada sebelumnya tidak ada perubahan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 17,46 triliun. 

Baca juga: Masih Ada Warga yang Tidak Mendapat Bansos, Apa Penyebabnya? Simak Penjelasan Mensos Tri Rismaharini

Baca juga: Polresta Tangerang Gelontor Paket Bansos di Zona Merah Penyebaran Covid-19 Wilayah Tangerang

Selanjutnya, pemerintah juga akan memperpanjang diskon listrik untuk 32,6 juta pelanggan 450 VA dan 900 VA hingga bulan Desember. 

Dengan besaran diskon 50 persen untuk pelanggan 450 VA dan 25 persen untuk pelanggan 900VA, maka pemerintah akan menambahkan anggaran subsidi listrik sebesar Rp 1,91 triliun, sehingga alokasi anggaran untuk program diskon listrik yang tadinya Rp 7,58 triliun naik menjadi Rp 9,49 triliun. 

Selain itu, Sri Mulyani mengungkapkan, total anggaran untuk bantuan rekening minimum atau biaya abonemen listrik menjadi Rp 2,11 triliun. 

“Program prakerja yang tadi telah saya sampaikan 5,6 juta peserta dengan anggaran Rp 20 triliun, kami akan tambahkan Rp 10 triliun lagi, sehingga program prakerja tadi bisa menambah jumlah pesertanya dengan tambahan 2,8 juta peserta. Total anggaran menjadi Rp 30 triliun dan penerimanya menjadi 8,4 juta peserta,” kata Sri Mulyani. 

Baca juga: Presiden Jokowi: Bansos Beras Minggu Ini Harus Sudah Disalurkan

Terakhir, kata Sri Mulyani, untuk program subsidi kuota yang sebelumnya akan selesai pada bulan Mei akan diperpanjang sampai Desember. 

"Subsidi kuota ini ditujukan untuk 38,1 juta siswa dan tenaga pendidik. Pemerintah telah mengalokasikan tambahan anggaran Rp 5,54 triliun sehingga total anggaran subsidi kuota akan menjadi Rp 8,53 triliun dari alokasi awal sebesar Rp 3 triliun," kata Sri Mulyani. (Yanuar Riezqi Yovanda)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved