Minggu, 12 April 2026

PPKM Darurat

Wacana PPKM Darurat Diperpanjang, Driver Ojol: Memberatkan Kalangan Bawah

Perpanjangan PPKM Darurat memberatkan semua lapisan masyarakat dari pekerja, buruh pabrik, sopir, pedagang bahkan ojol.

Penulis: Ramadhan L Q |
Wartakotalive.com/Ramadhan LQ
Suyanto mengatakan, Minggu (18/7/2021), perpanjangan PPKM Darurat akan memberatkan seluruh masyarakat kalangan bawah. 

WARTAKOTALIVE.COM, CILANDAK - Wacana perpanjangan PPKM Darurat mengemuka dalam beberapa waktu belakangan ini karena tren kasus positif Covid-19 yang melonjak.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, sempat menyebut PPKM Darurat akan diperpanjang sampai akhir Juli 2021.

Namun, hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait perpanjangan PPKM Darurat.

Video: PPKM Darurat Resmi Diperpanjang, Pemilik Toko Sembako Khawatir Kolaps

Bahkan pengumuman PPKM Darurat kabarnya akan disampaikan dalam beberapa hari mendatang.

Hal tersebut memicu berbagai macam respons dari masyarakat, satu di antaranya driver ojol bernama Suyanto (53).

Suyanto mengatakan, perpanjangan PPKM Darurat akan memberatkan seluruh masyarakat kalangan bawah.

Baca juga: Pengendara Ojol Antar Keperluan Warga Boleh Lewati Penyekatan Kabupaten Bekasi saat PPKM Darurat

Baca juga: Bansos Tunai (BST) Kota Bogor Disalurkan PT Pos Indonesia Langsung ke Rumah, Dapat Rp 600 Ribu

“Perpanjangan PPKM Darurat memberatkan semua lapisan masyarakat dari pekerja, buruh pabrik, sopir, pedagang bahkan ojol,” katanya kepada Wartakotalive.com, Minggu (18/7/2021).

“Mereka merasakan dampaknya, susah cari nafkah,” tambah pria asal Nganjuk, Jawa Timur, tersebut.

PPKM Darurat yang telah berlangsung sejak 3 Juli lalu membuat pendapatan mantan juara tinju nasional tersebut seret.

Selama PPKM Darurat, Suyanto mengungkapkan pendapatannya hanya berkisar Rp 50.000 per hari dengan mendapat lima orderan.

Baca juga: Tembakan Peringatan Hentikan Tawuran Antarkelompok Remaja Bawa Parang dan Celurit di Pademangan

“Seminggu ini sepi, dapat Rp 100.000 aja susah. Sebelum pandemi corona masih bisa dapet Rp 200.000 lebih,” ujar Suyanto.

Suyanto mengatakan bahwa lebih dari 10 orderan dapat dirinya terima sebelum Covid-19 melanda Tanah Air.

Kini, Yanto De Villa, begitulah julukannya di atas ring, menyatakan sulit setengah mati untuk mendapat orderan di atas lima.

Ia bahkan tidak dapat bantuan lagi baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sejak terakhir kali pada tahun lalu.

Baca juga: Warga Gelar Hajatan Pernikahan di Muara Gembong saat PPKM Darurat Dibubarkan Satgas Covid-19

“Sembako pernah sekali, setelah itu saya nggak pernah dapat bantuan apa-apa dari pemerintah, sedangkan KTP saya DKI,” ucap Suyanto.

Suyanto berharap PPKM Darurat tidak diperpanjang mengingat kalangan bawah akan semakin tertekan 

“Saya sih berharap kalau bisa jangan diperpanjang karena menyusahkan rakyat kecil,” ujarnya. (m31)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved