Covid19

Penyintas Covid-19 Berbagi Cerita, Jangan Dibawa Sedih Jika Terpapar, Tetap Prokes, dan Jaga Hati

“Down juga karena teman saya yang memang terakhir kontak dengan saya dan datang ke rumah dia meninggal karena sesak,” ujarnya

Penulis: Dedy | Editor: Dedy
Istimewa
Warga Lippo Karawaci berbagi cerita saat dirinya terpapar Covid-19 hingga kini telah sembuh. Selain berdoa dan mengonsumsi obat serta ramuan minuman rempah-rempah, satu cara yang dijalaninya yakni tetap gembira atau jangan larut dalam kesedihan saat terkena wabah virus corona. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWACI --- Pernah terpapar Covid-19 menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Lisa Kho (44).

“Kejadiannya Mei 2021 lalu. Padahal saya sudah terapkan prokes seperti pakai masker dan bawa handsanitizer. Makanan yang saya makan juga sudah cukup sehat dan selalu ada sayur sama buah,” ucap wanita yang tinggal di Perumahan Lippo Karawaci, Kabupaten Tangerang, kepada Wartakotalive.com, Minggu (18/7/2021).

Selama pandemi, ibu dua anak ini hanya pergi keluar untuk membeli kebutuhan sehari hari dan itupun tidak setiap hari pergi.

Sesekali Lisa mengunjungi rumah orangtuanya karena masih di satu klaster.

Namun entah kenapa suatu sore badannya berasa demam dan batuk, tenggorokkan sempat radang.

Ia pun langsung pesan obat paracetamol, obat batuk, obat radang, dan antibiotik juga langsung aku minum.

Beberapa hari sempat sembuh dan menjalani aktivitas seperti biasa.

Namun empat hari kemudian ia berasa demam lagi. Terpaksa minum obat lagi.

Tak ayal, tidur gelisah dan sedikit menggigil walaupun tidak ada batuk dan hanya sedikit pilek.

“Besoknya saya ke dokter karena mama saya minta diantar ke dokter,” ucap pehobi traveling ini.

Melihat kondisi Lisa yang berkeringat dingin dokter lalu menyarankan untuk tes swab antigen dengan mama dan papa.

“Hasilnya saya dan mama positif, papa negatif, padahal mama dan papa juga sudah vaksin,” ucap ibu dua anak ini.

Lisa pun merasa panik sebab dirinya sudah menularkan virus ke mamanya dan cemas jika papanya pun kena, sebab kondisi papanya sudah lemah dan juga pikun.

“Akhirnya kami lapor ke pak RT memberitahukan bahwa saya dan mama positif. Sempat berpikir tidak mau lapor karena seperti aib saja,” tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved