Breaking News:

PPKM Darurat

Pembelian Kebutuhan Pangan di Mal Menurun 85 Persen saat PPKM Darurat

Pembelian kebutuhan pangan di mal menurun drastis saat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Intan Ungaling Dian
Warta Kota/Miftahul Munir
Ilustrasi Mal Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, ditutup selama PPKM darurat, Sabtu (3/7/2021). Namun, untuk gerai tertentu seperti makanan, swalayan, toko obat, tetap diizinkan beroperasi saat PPKM darurat. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN -  Pembelian kebutuhan pangan di mal menurun drastis saat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Djaelani Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kota Bekasi menjelaskan, meskipun gerai kebutuhan pangan tetap dibuka di mal, tetapi tingkat pembelian menurun.

Djaelani mengatakan, penurunan pengunjung swalayan sebanyak 85 persen.

"Pengunjungnya hanya 10-15 persen saja pas PPKM darurat," kata Djaelani saat dikonfirmasi, Minggu (18/7/2021).

Tak hanya swalayan, penurunan pengunjung juga dirasakan di tempat makan yang diperbolehkan beroperasi dengan sistem tak makan di tempat (take away).

Baca juga: PPKM Darurat, Polisi Cegah Warga yang Mudik Idul Adha, Penyekatan Lampung, Jawa dan Bali Diperketat

Baca juga: Tanggapi Rencana PPKM Darurat Bakal Diperpanjang, APINDO Kota Bekasi: Hal yang Dilematis

Penurunan pengunjung itu sangat memberatkan bagi pengusaha jika PPKM darurat diperpanjang  pemerintah pusat.

Apalagi pengusha juga tetap harus membayar beban gaji karyawan yang sementara waktu dirumahkan sejak 3 Juli 2021.

"Berarti kan income-nya kurang, sekarang kalau karyawan dirumahkan kan juga masih dikasih honor belum lagi bayar yang lain," kata Djaelani.

Menurut dia, toko baju justru telah ditutup total dan seluruh karyawan dirumahkan.

Begitu juga dengan gerai besar lainnya ditutup total. Gerai besar itu hanya menugaskan dua orang karyawan untuk melihat kondisi toko seminggu sekali.

Baca juga: Pemberlakuan PPKM Darurat Memengaruhi Omzet Bisnis Restoran Milik Bek Kiri Persib Bandung Zalnando

Baca juga: Pandemi Covid-19, Sampai Kapan Sebenarnya PPKM Darurat Diperpanjang? Berikut Penjelasan Pemerintah

Dia berharap, pemerintah bisa memberikan stimulus kepada karyawan yang terdampak untuk meringankan beban pengusaha yang omzetnya menurun drastis akibat PPKM darurat.

"Stimulus itu harus diberikan agar roda perekonomian jalan. Kalau ada stimulus saya yakin kesehatan masyarakat meningkat."

"Prokes (protokol kesehatan-Red) tetap berjalan, semua lini harus bergerak, kalau mal sudah tutup sama sekali," kata Djaelani. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved