Plasma Konvalesen

Waktu Tepat Pemberian Plasma Konvalesen, Tiga Hari sejak Pasien Covid-19 Alami Sesak Nafas

Inisiator terapi plasma konvalesen, dr Theresia Monica Rahardjo, mengatakan tak sembarangan memberikan plasma konvalesen kepada pasien Covid-19.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive/Mochammad Dipa
Inisiator Terapi Plasma Konvalesen dr Theresia Monica Rahardjo menjelaskan soal terapi plasma konvalesen saat Dialog Interaksi Nasional (DIGINAS) yang diselenggarakan Tribun Network, Jumat (16/7) 

Monica juga menjelaskan, calon pendonor plasma konvalesen baru bisa mendonorkan plasmanya ketika dirinya telah sembuh dari Covid-19 dalam kurun waktu sekitar tiga bulan.

Baca juga: Hasil Swab Antigen Menjadi Syarat Bagi Calon Pendonor Plasma Konvalesen, PMI DKI: Masih Didiskusikan

Hal itu dikarenakan antibodi seseorang berada di dalam kadar maksimal yang stabil selama tiga sampai empat bulan.  

“Makannya PMI (Palang Merah Indonesia) itu membatasi calon pendonor itu harus penyintas Covid-19 yang telah sembuh 3-4bulan, karena antibodi itu berada di dalam kadar maksimal stabil selama 3 sampai 4 bulan,” ujar Monica.

Selain itu, Monica menyebutkan, bahwa PMI juga membatasi untuk calon pendonor plasma konvalesen itu haruslah penyintas Covid-19 dengan gejala sedang sampai berat.

Karena penyintas Covid-19 yang bergejala ringan ataupun tanpa gejala belum tentu memiliki kadar antibodi yang tinggi.

Ia menjelaskan, bahwa antibodi itu terbagi menjadi dua, yaitu antibodi seluler dan antibodi humoral.

Antibodi seluler itu cara kerjanya ibarat tentara didalam tubuh ketika ada virus masuk langsung dimatikan virusnya oleh antibodi. Sedangkan antibodi humoral berbentuk cairan seperti plasma.

Baca juga: Penuhi Stok Plasma Konvalesen, PMI DKI Jakarta Konseling ke Pasien Sembuh Covid-19 di Lima RSUD

“Jadi kalau orang yang positif Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan itu kadar antibodi selulernya yang kuat. Ketika virusnya baru masuk ke dalam tubuh sudah langsung mati virusnya sama antibodinya. Jadi belum sempat terbentuk antibodi cairannya,” ungkap Monica.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved