Plasma Konvalesen

Waktu Tepat Pemberian Plasma Konvalesen, Tiga Hari sejak Pasien Covid-19 Alami Sesak Nafas

Inisiator terapi plasma konvalesen, dr Theresia Monica Rahardjo, mengatakan tak sembarangan memberikan plasma konvalesen kepada pasien Covid-19.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive/Mochammad Dipa
Inisiator Terapi Plasma Konvalesen dr Theresia Monica Rahardjo menjelaskan soal terapi plasma konvalesen saat Dialog Interaksi Nasional (DIGINAS) yang diselenggarakan Tribun Network, Jumat (16/7) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Donor plasma konvalesen menjadi salah satu metode penyembuhan dari infeksi Covid-19. Plasma konvalesen dapat diperoleh dari seorang penyintas Covid-19.

Inisiator Terapi Plasma Konvalesen, dr Theresia Monica Rahardjo menyebutkan, pemberian plasma konvalesen sebaiknya diberikan kepada pasien Covid-19 bergejala sedang dengan indikasi ritme nafasnya sudah mulai terganggu juga disertai gejala demam.

Baca juga: PMI DKI Jadi Lokasi Favorit Donor Plasma Konvalesen karena Proses Cepat Cuma Butuh Waktu 3 Jam

“Kalau nafasnya sudah mulai mampet, itu salah satu indikasi mendapatkan plasma konvalesen," ujarnya, Jumat (16/7/2021).

"Apalagi kalau pasien punya penyakit bawaan (komorbid), lebih baik sejak dini diberikan. Itu kapan? Sebaiknya satu minggu setelah demam atau paling telat tiga hari sejak nafas mengalami sesak,” imbuh Monica saat Dialog Interaksi Nasional (DIGINAS) yang diselenggarakan Tribun Network.

Lebih lanjut dikatakan, jumlah pemberian plasma konvalesen juga harus disesuaikan dengan tingkatan kondisi pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

“Nah ini kadang suka salah kaprah, pasien dengan gejala sedang, berat, kritis cuma diberikan plasma dua kantong, lah ya kurang. Kalau stadium sedang dan ada komorbid bisa dikasih dua kantong, kalau stadium berat bisa 3-4 kantong, kalau stadium kritis bisa 5-6 kantong,” ujar Monica.

Baca juga: Jadi Lokasi Favorit Donor, PMI DKI Hingga Kirim Plasma Konvalesen ke Ambon

Pemberian plasma konvalesen berdasarkan permintaan dokter

Monica mengatakan, pemberian plasma konvalesen harus berdasarkan permintaan dokter yang merawat pasien Covid-19 di rumah sakit.

Nantinya dokter akan membuat surat permohonan permintaan plasma konvalesen ke pihak PMI, kemudian pihak rumah sakit mengirim sampel darah pasien ke PMI untuk dilakukan pencocokkan dengan plasma konvalesen yang dibutuhkan.   

“Setelah darah pasien diperiksa dan ternyata cocok dengan plasmanya, kemudian plasma tersebut diambil oleh rumah sakit dan dimasukkan ke pasien, nah itu urutannya,” sebut Monica.

Syarat menjadi pendonor plasma konvalesen

Baca juga: Donor Plasma Konvalesen Depok, Imam Budi Hartono Sudah 2 Kali, Langsung Dipesan Dinas Kesehatan

Jika ingin menjadi pendonor plasma konvalesen, calon pendonor harus penyintas Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh Covid-19 dengan disertai surat keterangan sembuh oleh dokter yang merawat atau dokter penanggung jawab pasien (dpjp).  

Bagi penyintas Covid-19 yang melakukan isolasi mandir (isoman), syaratnya adalah 14 hari bebas gejala dan sudah dinyatakan sembuh oleh dokter yang merawat.

“Jadi calon pendonor bawa surat dokter yang menyatakan bahwa calon pendonor ini sudah sembuh dari Covid-19 ke PMI,” ujar Monica.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved