Breaking News:

Hewan Kurban

Sudin KPKP Jakarta Barat Temukan 80 Hewan Kurban tak Memenuhi Syarat dari 211 Tempat Penampungan

Sudin KPKP Jakarta Barat menemukan 80 ekor hewan kurban yang tak memenuhi syarat, yakni di bawah umur, tak sesuai syarat untuk dikurbankan.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
Sudin KPKP Jakarta Barat Temukan 80 Hewan Kurban tak Memenuhi Syarat dari 211 Tempat Penampungan
warta kota/miftahulmunir
Sudin KPKP Jakarta Barat melakukan survei kepada ribuan hewan kurban, dan ternyata ada 80 ekor yang tak memenuhi syarat.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP), Jakarta Barat mencatat ada 211 tempat penampungan hewan kurban di delapan Kecamatan.

Dari 211 tempat penampung tersebut terdapat sebanyak 12.996 ekor hewan kurban.

Kasudin KPKP Jakarta Barat, Iwan Indrianto mengatakan, data tersebut terhitung dari 1-16 Juli 2021.

Baca juga: Contoh Khutbah Idul Adha 1442 Hijriah dengan Tema Memaknai Hari Raya Kurban

"Iya, yang saya sebutkan tadi, 211 lokasi penampungan itu diperiksa hewannya, dan dilakukan pemeriksaan mulai dari pemeriksaan secara fisik, baik secara usianya sudah masuk atau engga atau belum yang mengenai syarat untuk menjadi hewan kurban," katanya, Sabtu (17/7/2021).

Dari ribuan hewan yang diperiksa, pihaknya menemukan 80 hewan kurban berbagai jenis tidak layak dikurbankan.

Puluhan hewan yang tidak layak itu belum cukup umur untuk dikurbankan pada hari Raya Idul Adha (20/7/2021) mendatang.

"Ada juga yang sakit tapi sudah dikasih obat atau vitamin, mungkin karena faktor perjalanan. Tapi yang cacat ada satu ya," tuturnya.

"Lebih kurang sekitar 80 ekor dari total yang belum cukup umur. Secara fisik diliat dari giginya, ada 80 dari total di delapan kecamatan," tuturnya.

Menurutnya, hewan yang paling banyak belum cukup umur untuk dikurbankan jenis kambing.

Baca juga: Warga Dilarang Takbir Keliling Idul Adha, Gubernur DKI Anies Baswedan: Takbir di Rumah Masing-Masing

Meski secara fisik terlihat besar, tapi secara usia belum memenuhui unsur untuk jadi heean kurban.

"Kalau mereka pedagang kan berusaha yang penting hewan ada. Memang secara fisik keliatannya besar, tapi dari sisi cukup umur yang dijadikan hewan kurban belum memenuhi syarat," jelasnya.

Hewan yang tidak layak itu sudah diberi tanda silang menggunakan cat merah.

Pedagang tidak boleh menjual hewan tersebut karena bisa diberi sanksi jika tetap nekat menjual.

Baca juga: Mentan SYL Pantau Stok Hewan Kurban di Kota Bogor, Bima Arya Minta Penyembelihan Hewan di RPH

"Yang tidak layak kita suruh pisahkan, ga boleh dijual," ujarnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved