Breaking News:

Virus Corona

MAHFUD MD Kini Sebut Vaksin Berbayar Ide Swasta, Ferdinand Hutaean: Jangan Nonton Sinetron Aja

Mahfud MD kini mengatakan bahwa Presiden Jokowi tak setuju vaksin berbayar langsung dikomentari Ferdinand Hutahaean, "jangan nonton sinetron aja."

Penulis: Suprapto | Editor: Suprapto
tribunnews.com
Menko Polhukam Mahfud MD yang kini mengatakan bahwa Presiden Jokowi tak setuju vaksin berbayar langsung dikomentari politisi Ferdinand Hutahaean, "makanya jangan nonton sinetron aja Pak." 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD menegaskan bahwa ide vaksin berbayar datang dari perusahaan swasta bukan dari pemerintah.

Sejak awal, kata Mahfud MD, kebijakan Presiden Joko Widodo atau Presiden Jokowi menetapkan bahwa vaksin itu gratis untuk semua rakyat. 

"Presiden menetapkan, tidak ada vaksin berbayar, semua vaksinasi gratis untuk rakyat. Sejak awal kebijakannya begitu," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini melalui akun twitternya, Sabtu (17/7/2021) pagi ini.

Dalam perjalanan waktu, ujar Mahfud MD, muncul kedakan Covid-19 varian delta, sehingga jumlah orang terpapar Virus Corona terus bertambah. 

Pemerintah menggencarkan vaksinasi, vaksin ada tapi tenaga vaksinator tidak cukup. Terjadi antrean rakyat.

Tenaga medis tak cukup. TNI, Polri, BIN turun tangan melatih vaksinator dan turun ke rakyat. Tapi  tetap banyak yang tak terlayani, banyak yang sudah antre tapi tak bisa terlayani juga, saking banyaknya.

"Muncul ide dari swasta yang akan membelikan untuk karyawannya dan menyelenggarakan vaksinasi sendiri," ujarnya.

Menurut Mahfud MD, idenya swasta akan memvaksinasi dan mencetak vaksinator sendiri agar industri dan sektor-sektor esensial bisa bekerja.

Baca juga: Presiden Jokowi Batalkan Program Vaksinasi Covid-19 Berbayar, Vaksinasi Gotong Royong Lanjut

Pelaksanaannya tidak menggunakan APBN dan vaksin pemerintah.

"Tapi timbul reaksi penolakan yang keras. Menampung aspirasi itu, Presiden melarang program vaksinasi berbayar," ujar Mahfud MD.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved