Kolom Trias Kuncahyono

'Gusti Kulo Nyuwun Saras'

Para anggota komunitas Perempuan Berkebaya ini tidak hanya nembang, menyanyikan lagu itu, tetapi bahkan juga menari di sebuah pendopo.

Istimewa
Kolom Trias Kuncahyono "Gusti Kulo Nyuwun Saras". Foto ilustrasi. 

Doa bukan sesuatu yang dibuat-buat, yang dibikin-bikin. Sebab, doa melekat pada keadaan, pada kebutuhan yang nyata, yang kita alami, yang dialami bangsa kita sekarang ini.

Doa adalah nyanyian hati, mohon belas kasihan, yang dipersembahkan pada Tuhan,  seperti dilambungkan pemasmur: Gusti mugi kersaa dados redi sela papan pangayoman kawula, benteng santosa ingkang mitulungi kawula; Tuhan jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku.

Gusti, kula nyuwun saras : sarasing sukma – resiking maras
Gusti, kula nyuwun tamba : tambaning jiwa – segering raga

Begitu Panyuwunan, I Kuntara Wiryamantartana……yang juga panyuwunan kita semua….

Baca kolom Trias Kuncahyono selengkapnya: "Gusti Kulo Nyuwun Saras"

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved