Breaking News:

VIDEO Sejumlah Nakes Undur Diri dari Pekerjaan karena Beban Kerja Berat dan Insentif Tertahan

Eva khawatir RS akan makin kolaps karena jumlah nakes terus berkurang di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Editor: Murtopo

WARTAKOTALIVE.COM -- Beban kerja yang dirasa berat dan insentif penanganan pandemi yang dijanjikan belum cair membuat sejumlah tenaga kesehatan mendundurkan diri dari pekerjaannya di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Hal itu diugkap Ketua Dokter Indonesia Bersatu, Eva Sri Diana Chaniago.

Eva mengatakan, gaji yang dibayarkan RS untuk nakes karyawan tergolong kecil.

Bahkan, para nakes yang berstatus relawan sama sekali tak digaji oleh rumah sakit.

Baca juga: 599 Warga Tangsel Jadi Pasien Baru Covid-19 per 16 Juli 2021, Tempat Tidur Isolasi Sisa 88 Unit

Baca juga: DPRD DKI Desak Pemerintah Segera Cairkan Bansos Tunai Rp 600 Ribu yang Sampai Saat ini Belum Jelas

Baca juga: Soroti Kinerja Satpol PP saat PPKM Darurat, Anies: Pakai Seragam Berarti Bertindak Atas Nama Negara

Karena itu, insentif bagi nakes di masa pandemi memang sudah menjadi suatu kewajaran.

Pemerintah sudah menetapkan besaran insentif berbeda-beda untuk tiap kategori nakes, mulai dari Rp 5 -15 juta per bulan.

"Tapi pembayaran insentif ini sangat telat sekali. Insentif dari bulan November tahun lalu baru cair bulan ini," kata dia.

Sementara itu, beban kerja nakes sangat berat karena pasien Covid-19 terus berdatangan ke rumah sakit.

Banyak nakes yang akhirnya jatuh sakit dan ikut tertular Covid-19.

Baca juga: PPKM Darurat Libur Idul Adha, Ada Penyekatan di KM 31 Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Baca juga: Tujuh Perusahaan di Kabupaten Bogor Bantu Pasien Isoman, Serahkan 2.500 Paket Sembako

Baca juga: VIDEO Kecamatan Batuceper Tangerang Bantu Sediakan Makanan Siap Saji Bagi Warga yang Isolasi Mandiri

Bahkan para nakes itu juga ikut menularkan virus ke keluarganya di rumah.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved