VIDEO Polisi Bekuk Tiga Anggota Geng Motor Pembacok Tukang Bubur Hingga Tewas di Pondok Gede

Aparat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih memburu lima pelaku lainnya yang masih buron.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Murtopo

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Polisi menangkap tiga tersangka anggota Geng Motor Brutal, yang terlibat dalam perampokan dan pembacokan terhadap tukang bubur hingga tewas, di Jalan Raya Jatiasih, Pondok Gede, RT 01 RW 11, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Bekasi,

Persitiwa pembacokan itu terjadi pada Selasa (13/7/2021) lalu.

Aparat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih memburu lima pelaku lainnya yang masih buron.

Aksi perampokan dan pembacokan para pelaku sempat terekam CCTV dan viral di media sosial.

Baca juga: ANIES Baswedan Duduk di Tanah Makam TPU Rorotan, Ikut Baca Doa Bareng Korban Virus Corona

Baca juga: Antisipasi Kemacetan Panjang di Kawasan Mampang, Sistem Buka Tutup Diberlakukan Situasional

Baca juga: VIDEO SNG Cargo Peduli Sediakan Oksigen Medis Gratis untuk Warga yang Membutuhkan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan dari video viral itu pihaknya melakukan penyelidikan. 

Video aksi pelaku vira pada Rabu 13 Juli 2021 lalu.

"Awalnya ditangkap D sebagai penadah yang membeli Handphone korban, hasil rampasan para pelaku," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/7/2021).

Dari pengembangan atas D, katanya, kemudian ditangkap MS di daerah Jatibening yang bekerja sebagai ojek online.

Baca juga: Penuhi Stok Plasma Konvalesen, PMI DKI Jakarta Konseling ke Pasien Sembuh Covid-19 di Lima RSUD

Baca juga: VIDEO Polres Bogor Gelar Vaksinasi Covid-19 Door to Door di Cilebut dan Bagikan Paket Sembako

"Selanjutnya ditangkap S yang merupakan pelaku utama pembacokan. S ditangkap di daerah Pondok Gede," kata Yusri.

Untuk penangkapan atas MS dan S, kata Yusri, pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki pelaku.

"Sebab keduanya berupaya kabur saat akan ditangkap," kata Yusri.

Menurut Yusri, para begal ini saat melakukan aksinya dipengaruhi minuman beralkohol.

Baca juga: VIDEO Ahmad Riza Patria Rencanakan Beri Bansos Tunai Bila PPKM Darurat Diperpanjang

"Karena minuman habis dan tidak memiliki uang, maka mereka melakukan begal dengan mencari sasaran," ujarnya.

Bahkan katanya tersangka S saat ditangkap melakukan perlawanan, hingga petugas menembak kaki pelaku.

"Begal saat beraksi berbekal 2 celurit panjang, mereka mendatangi warung bubur yang di dalamnya ada korban LMKD (24). Awalnya pelaku mengambil kotak amal di sana yang berisi uang Rp 800 Ribu. Lali mengambil HP korban LMKD. Karena handphone korban di ambil, lalu korban teriak. Kemudian pelaku S melakukan pembacokan terhadap korban hingga tewas," papar Yusri.

Untuk kelima teman pelaku yang melakukan aksi begal dan buron, Yusri memastikan identitas mereka sudah diketahui.

Baca juga: Toko Stargas di Ciputat Hanya Utamakan Isi Ulang Oksigen Buat Pelanggan yang Sakit

"Jadi saya imbau untuk menyerahkan diri. Karena kami akan kejar, kemanapun mereka pergi," kata Yusri.

Karena perbuatannya, kata Yusri para pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasaan junto Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan serta Pasal 480 KUHP tentang penadahan.

"Yang ancaman hukumannya hingga 9 tahun penjara, karena korban meninggal dunia," kata Yusri.(bum)

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved