Breaking News:

Berita Video

VIDEO LIVE Talkshow Kesehatan, Gigi Patah, Bagaimana Perawatan Daruratnya?

"Gigi patah baik karena kecelakaan langsung menimpa gigi, seperti jatuh dan terbentur, perlu dilihat apakah kerusakannya cukup aman atau tidak,

Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- LIVE Talkshow Kesehatan Warta Kota bersama drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati Jumat (16/7/2021) malam ini membahas tentang Gigi Patah, Bagaimana Perawatan Daruratnya?

Ia mengatakan, yang paling sering dialami penderita gigi patah adalah reaksi rasa ngilu atau sakit.

Menurutnya, bila patahannya pada jaringan keras dan baru melibatkan lapisan pertama, biasanya tidak terlalu dikeluhkan atau tidak terlalu mengganggu.

Karena biasanya tidak ada gangguan jaringan pendukung atau tulang penyangga gigi. 

"Gigi patah baik karena kecelakaan langsung menimpa gigi, seperti jatuh dan terbentur, perlu dilihat apakah kerusakannya cukup aman atau tidak, batasannya adalah patahan lapisan pertama gigi atau enamel," ujar drg Anas.

Sedangkan jika lapisan kedua, atau dentin terbuka, maka itu menjadi awal masuknya mikroorganisme ke dalam lapisan dalam gigi dan bisa menjadi anomali lanjutan hingga karies atau gigi berlubang di kemudian hari.

Jika dentin sudah terbuka, lanjutnya, maka pelapisan oleh dokter tetap penting dilakukan. 

"Pertanyaannya, bisa nggak sih kita periksa sendiri secara mandiri, artinya adalah upaya mengetahui sejarah kejadian, memeriksa sungguh kondisi kerusakannya, baik gigi dan jaringan sekitar," ujarnya. 

Jika tidak paham mengenai gigi, kata dia, maka bisa melakukan telemedicine di masa pandemi ini.

Namun jika yakin lapisan kedua atau dentin sudah terbuka, maka tetap perlu ada tindakan pelapisan.

Ia mengatakan, untuk mengetahui sejauhmana kondisi patahan yang terjadi, apa hanya jaringan lunaknya, memang idealnya datang ke dokter gigi.

Namun dalam situasi pandemi ini bisa melakukan tele medicine untuk mendapatkan arahan untuk melakukan tindakan emergensi pencegahan atau upaya pertolongan sederhana.

Gigi patah juga kerap terjadi saat seseorang menguyah makanan yang keras.

Perlu diketahui juga bagaimana kondisi gigi yang patah ini, apakah gigi sehat atau gigi yang sudah karies.

"Pada kejadian karies, terjadi demineralisasi sehingga material gigi jadi lebih getas, apalagi kalau pulpanya sudah mengalami kematian," ujarnya. 

Jika sudah ada gangguan gangga dan gigi membusuk, bukan hanya patah, namun gigi bisa terbelah menjadi dua.

Sedangkan jika patahan terjadi sebatas di mahkota maka masih bisa diperbaiki, tapi jika sampai akar gigi, sebagian besar tidak bisa diperbaiki lagi.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved