Breaking News:

Berita Jakarta

Tak Punya Duit buat Beli Miras, Tiga Anggota Geng Motor Rampok dan Bacok Tukang Bubur Hingga Tewas

"Awalnya ditangkap D sebagai penadah yang membeli handphone korban, hasil rampasan para pelaku," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Polda Metro Jaya menggelar konpers pengungkapan pelaku pembacokan di Bekasi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/7/2021). 

Menurut Yusri, para begal ini saat melakukan aksinya dipengaruhi minuman beralkohol.

"Karena minuman habis dan tidak memiliki uang, maka mereka melakukan begal dengan mencari sasaran," ujarnya.

Bahkan katanya tersangka S saat ditangkap melakukan perlawanan, hingga petugas menembak kaki pelaku.

"Begal saat beraksi berbekal dua celurit panjang, mereka mendatangi warung bubur yang di dalamnya ada korban LMKD (24). Awalnya pelaku mengambil kotak amal di sana yang berisi uang Rp 800 ribu. Lali mengambil HP korban LMKD. Karena handphone korban di ambil, lalu korban teriak. Kemudian pelaku S melakukan pembacokan terhadap korban hingga tewas," papar Yusri.

Untuk kelima teman pelaku yang melakukan aksi begal dan buron, Yusri memastikan identitas mereka sudah diketahui.

"Jadi saya imbau untuk menyerahkan diri. Karena kami akan kejar, kemanapun mereka pergi," kata Yusri.

Karena perbuatannya, kata Yusri para pelaku dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasaan junto Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan serta Pasal 480 KUHP tentang penadahan.

"Yang ancaman hukumannya hingga 9 tahun penjara, karena korban meninggal dunia," kata Yusri.

Baca juga: Belasan Warga Kayuringin Jaya Meninggal saat Isolasi Mandiri, Begini Kata Lurah Terkait Penyebabnya

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved