Breaking News:

Idul Adha

Jadwal dan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah 1442 H Disertai Bahasa Arab dan Latin

Berikut ini jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah disertai dengan niatnya dalam bahasa arab dan latin

via Tribun Timur
Jangan lupa bagi yang ingin tunaikan puasa sunah di bulan Dzulhijjah, 2 hari sebelum Idul Adha 1442 H, puasa Tarwiyah dan puasa Arafah 

Lalu bagaimana dengan wanita yang mengalami haid di bulan Dzulhijjah dan tidak bisa melaksanakan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah?

Mulai 29 -30 Juli 2020 Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah, Begini Niat Dalam Bahasa Arab dan Latin

"Meski demikian amalan rutin yang dikerjakan saat suci itu dihitung. Maka berbahagialah muslimah-muslimah yang dalam keadaaan bersuci memperbanyak amal shaleh seperti Rajin puasa sunnah, shalat sunnah, baca Alquran."

"Maka ketika dia sedang haid dan tidak bisa mengerjakan amalan itu maka tetap dicatat pahalanya. Dalilnya jelas dari sahabat Rasulullah, Abu Hurairah mengatakan Jika seorang hamba tengah sakit atau semisal seperti orang sakit atau bahkan dalam kondis safar yang menjadikan ia sulit menjalankan amal seperti sebelumnya dalam keadaan sehat maka walaupun tidak mengerjakan tetap dituliskan pahalanya sempurna seperti saat dia mengerjakan," jelas Ustaz Adi Hidayat (UAH).

Maka dari itu, imbuh UAH, maka manfaatkan amalan lain dengan banyak berzikir, minta ampunan pada Allah SWT memperbanyak istighfar : Astaghfirullah hal adzim, belajar dari tafsir, belajar tajwid, belajar hadist. 

"Jadi pahalanya makin dapat lagi dengan semua ini. Dan juga tidak menghalangi untuk membeli hewan kurban kalau memungkinkan," tutur UAH.

Shalawat Nabi Muhammad SAW 

Lalu perbanyaklah shalawat pada Nabi Muhammad SAW. 

Berikut bacaan sholawat Nabi Muhammad SAW, serta manfaat bagi orang yang mengucapkannya.

Umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca sholawat, sebagai implementasi dari kepatuhan menjalankan seruan Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 56.

Ayat tersebut berbunyi :

Innallāha wa malā`ikatahụ yuṣallụna 'alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanụ ṣallụ 'alaihi wa sallimụ taslīmā

Artinya:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Dalam Tafsir Online Kementerian Agama termaktub Allah menurunkan ketentuan tentang etika bagi umat Islam ketika berinteraksi dengan istri-istri untuk menjaga kehormatan dan keagungan pribadi Rasulullah.

Dikutip dari sumsel.kemenag.go.id, di antara bukti keagungan beliau ialah sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi.

Sholawat dari Allah berarti memberi rahmat dan dari malaikat berarti memohonkan ampunan.

Bersholawatlah untuk Nabi, seperti dengan berkata:

“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.”

Artinya:

Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad.

Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri, ia bertanya,

"Wahai Rasulullah, adapun pemberian salam kepadamu kami telah mengetahuinya, bagaimana kami harus membaca sholawat?"

Nabi menjawab, ucapkanlah:

"Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama shallaita 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim innaka hamid majid.

Allahumma barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama barakta 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim innaka hamid majid.” (Riwayat al-Bukhari, Ahmad, an-Nasa'i, Ibnu Majah, dan lainnya).

 Sholawat Kemudahan Rezeki

Sekretaris PCNU Solo, H Ahmad Faruk MHI atau Gus Faruk, menyebutkan bacaan sholawat agar diberikan kemudahan rezeki.

"Melalui sholawat itu kita memohon agar kita dimudahkan dalam mencari rizki, tentu rizki yang halal, ini adalah Sholawat Nariyah," ungkapnya saat dihubungi Tribunnews.com.

Berikut bacaan Sholawat Nariyah :

Bacaan Sholawat Nariyah
Bacaan Sholawat Nariyah (Tribunnews/Ist)

Alloohumma sholi sholaatan kaamilatan wasallim salaaman taamman 'alaa sayyidina muhammadinil ladzii tanhallu bihil 'uqodu wa tanfariju bihil kurobu wa tuqdhoo bihil hawaa-iju wa tunaalu bihir-roghoo-ibu wa husnul khowaatimi wa yustasqol ghomaamu bi wajhihil kariimi wa 'alaa aalihii wa shohbihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi 'adadi kulli ma'luumin laka.

Artinya:

“Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan salam yang sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW.

Semoga terurai dengan berkahnya segala macam buhulan dilepaskan dari segala kesusahan, tunaikan segala macam hajat, dan tercapai segala macam keinginan dan husnul khotimah.

Dicurahkan air hujan (rahmat) dengan berkah pribadinya yang mulia.

Semoga rahmat dan salam yang sempurna itu juga tetap tercurah kepada para keluarga dan sahabat beliau, setiap kedipan mata dan hembusan nafas, bahkan sebanyak pengetahuan bagi-Mu."

Sholawat Dijauhkan dan Disembuhkan dari Penyakit

Gus Faruk juga mengatakan, ada sholawat memohon kepada Allah agar kita disembuhkan dari penyakit.

Sholawat tersebut dikenal dengan sholawat Tibbil Qulub.

Sholawat ini dapat pula diamalkan dalam masa pandemi virus corona Covid-19 ini.

"Seperti pandemi yang sedang melanda saat ini, dianjurkan mambawa shalawat Tibbil Qulub agar kita terhindar dari Covid-19,” ungkap Gus Faruk.

Bacaan sholawat Tibbil Qulub:

مههَّللَاُلَصىَلَعاَنديَسُدَّمَحهمُبطُبْوهلهقْلااَهئاَوَدَوُةَيفاَعَوُناَدْبَلأْااَهئاَفشَوُرْوهنَوُراَصْبَلأْااَهئاَيضَوىَلَعَوُهلآُهبْحَصَوُْملَسَو

Allahumma sholli `ala Sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wa dawa-iha wa `afiyatil abdani wa syifa-iha wa nuril abshori wa dhiya-iha wa `ala alihi wa shohbihi wa sallim.

Artinya :

"Ya Allah curahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya dan sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Semoga sholawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para shahabat-shahabatnya."

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved