Breaking News:

Virus Corona

Bisa Kena Giliran Lonjakan Kasus Covid-19, Daerah Luar Jawa-Bali Diminta Jangan Jadi Penonton

Ia mengingatkan agar pulau lainnya tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan kasus seperti di Jawa-Bali.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive/Hironimus Rama
Aparat gabungan dari Polres Bogor bersama Kodim, Polsek Citeureup, Koramil, Satpol PP dan BPBD melaksanakan operasi yustisi PPKM Darurat di Kecamatan Citereup pada Rabu (14/7/2021) 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Dr Dicky Budiman, epidemiolog dari Griffith University Australia mengatakan, strategi yang baik dan kuat akan mampu menekan penyebaran Covid-19.

Terlebih, dengan pemberlakukan PPKM darurat Jawa-Bali yang ketat, serta testing Covid-19 yang dioptimalkan sebanyak 500 ribu per hari.

Namun, ia mengingatkan hal tersebut hanya akan menekan penularan Covid-19 di Pulau Jawa-Bali.

Baca juga: Asal Lakukan Hal Ini, Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Mulai Melandai Paling Lambat pada September

Sehingga, ia mengingatkan agar pulau lainnya tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan kasus seperti di Jawa-Bali.

Hal itu disampaikan Dicky saat dialog bertajuk Pantaskah Vaksin Diperjualbelikan? Yang disiarkan kanal YouTube Holipis Channel, Kamis (15/7/2021).

"Jadi setelah itu kita harus benar-benar (waspada)."

Baca juga: Penyekatan PPKM Darurat di Jawa, Bali, dan Lampung Bertambah Lagi Jadi 1.038 Titik, Jabar Terbanyak

"Jangan sampai Sumatera, Kalimantan menjadi penonton, enggak boleh."

"Karena mereka bisa giliran mereka, dan itu besar sekali potensinya," tutur Dicky.

Sebab, Dicky menyebut, jika berbicara Indonesia artinya bicara negara kepulauan yang sangat kompleks.

Baca juga: DAFTAR 5 Vaksin Covid-19 yang Dipakai Indonesia, Efikasi Pfizer Tertinggi, Sinovac Paling Rendah

"Jadi sekali lagi, tanpa dukungan semua pihak, kita tidak bisa keluar dari situasi ini," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved