Breaking News:

Berita Jakarta

Wagub DKI Ariza Meyakini Gubernur Anies Tak Terlibat Kasus Korupsi Pembelian Lahan di Munjul

Ahmad Riza Patria yakin Anies Baswedan tidak terlibat dalam praktik korupsi pembelian lahan di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Fitriandi Fajar
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, dirinya yakin Gubernur Anies Baswedan tidak terlibat dalam praktik korupsi pembelian lahan di Munjul. Foto dok: Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat meninjau TPU Rorotan, Jakarta Utara, Rabu (27/1/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diyakini tidak terlibat dalam praktik korupsi pembelian lahan di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur yang dilakukan oleh salah satu direksi BUMD DKI.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat menanggapi wacana KPK memeriksa Anies dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi terkait kasus tersebut.

“Ya semua menjadi kewanangan daripada penegak hukum. Tapi saya yakin yah pak Anies jauh dari terlibat urusan sana di Jakarta,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI pada Rabu (14/7/2021) malam.

Ariza mengatakan apabila rencana itu terlaksana, Anies akan memberikan klarifikasi dengan baik kepada KPK.

Namun sepengetahuan dia, Anies tidak terlibat dalam kasus korupsi yang merenggut Dirut Perumda Sarana Jaya Yoory C Pinontoan beserta pihak ketiga lainnya.

Baca juga: Tak Hanya kepada Yoory, Ariza Minta yang Terlibat Kasus Dugaan Korupsi Munjul Berbicara Jujur

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Serahkan Status Aset Lahan di Munjul Jakarta Timur kepada KPK

“Silakan nanti ditanyakan kepada pak Anies, sejauh yang saya tahu beliau tidak terlibat, dan saya tidak tahu masalah itu,” ujar Ariza.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini, yaitu Direktur Utama Perumda Sarana Jaya Yoory Corneles; Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian dan Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene.

Selain itu, ada juga korporasi PT Adonara Propertindo dan Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur Rudy Hartono Iskandar.

KPK menduga pembelian lahan di Munjul telah melanggar aturan karena dilakukan tanpa kajian, bahkan diduga terjadi permainan harga hingga mengakibatkan kerugian negara sebanyak Rp 152,5 miliar.

Baca juga: Wagub DKI Ariza Sebut Lahan Munjul dalam Kasus Sarana Jaya Belum Lunas

Ketua KPK Firli Bahuri mengungkapkan, pihaknya bisa memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi terkait kasus tersebut.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved