Pelabuhan

Sistem CEISA Bea Cukai Alami Gangguan, Penumpukan Barang Akan Terjadi di Pelabuhan Tanjung Priok

Pelindo II memastikan pelayanan bongkar serta muat kapal di Pelabuhan Tanjung Priok tetap berjalan dengan normal.

Warta Kota/Henry Lopulalan
Dalam beberapa hari terakhir, sistem layanan Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) yang digunakan Bea Cukai dalam pelayanan kepabeanan dan cukai mengalami gangguan. Foto dok: Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/3/2018). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pelabuhan Indonesia II atau Pelindo II memastikan pelayanan bongkar serta muat kapal di Pelabuhan Tanjung Priok tetap berjalan dengan normal.

Hal tersebut dikatakan EVP Sekretariat Perusahaan Pelindo II, Ali Mulyono, menanggapi sistem Bea Cukai yang sedang mengalami gangguan.

Ali melanjutkan, akibat dari gangguan sistem tersebut maka akan terjadi penumpukan barang  lebih dari biasanya di lapangan impor.

Dan sebaliknya, penumpukan bakal lebih sedikit di lapangan ekspor.

Sebagai informasi, dalam beberapa hari terakhir, sistem layanan Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) yang digunakan Bea Cukai dalam pelayanan kepabeanan dan cukai mengalami gangguan.

Gangguan tersebut pada sisi database karena adanya force majeure di sistem IT.

Baca juga: Ngaku Pembolang, Driver Ojol Iswanto Bersyukur Sudah Miliki STRP dari Perusahaan Aplikasi

Baca juga: Pemkot Bekasi Larang Masyarakat Gelar Resepsi Pernikahan Saat PPKM Darurat

“Untuk mengantisipasi potensi kongesti di pelabuhan sebagai dampak dari gangguan Sistem CEISA tersebut, terminal-terminal di Pelabuhan Tanjung Priok melakukan beberapa aksi penanggulangan,” ucap Ali dalam keterangannya, Kamis (15/7/2021).

“Antara lain memanfaatkan lapangan ekspor untuk penumpukan container impor, melakukan unlock capacity dengan optimalisasi lahan yang ada dan pemindahan lokasi sebagian container impor ke Tempat Penumpukan Sementara (TPS) lini 2,” sambungnya.

Terminal juga bekerjasama dengan pihak Bea Cukai Tanjung Priok dalam pelaksanaan transaksi manual, baik ekspor untuk Nota Pelayanan Ekspor (NPE) maupun impor untuk Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB).

Diprediksi akan terjadi Yard Occupancy Rate (YOR) yang tinggi pada Sabtu dan Minggu (17 - 18 Juli 2021) di semua terminal internasional.

Baca juga: Imbauan Sekda Tangsel saat PPKM Darurat: Mematuhi Peraturan dari Keinginan Sendiri

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/ IPC telah melakukan rapat koordinasi bersama Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Syahbandar Tanjung Priok, Bea Cukai Tanjung Priok dan seluruh terminal di wilayah kerja Pelabuhan Tanjung Priok untuk mengantisipasi kemacetan yang mungkin timbul apabila aplikasi CEISA kembali normal,” kata Ali Mulyono.

Diprediksi akan terjadi rush hour dimana pengambilan  atau pengiriman petikemas dari dan ke terminal secara bersamaan dan berpotensi mengakibatkan kepadatan pada saat yang sama.

Selain itu, Pelindo II juga akan memberlakukan kebijakan extend closing time serta pembebasan denda atau keringanan storage progressive. (Bambang Ismoyo)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved