Liga 1 2021

Dokter Bhayangkara Solo FC Muhammad Yusuf Zulfikar Setuju Kompetisi Kembali Bergulir dengan Prokes

Dokter tim Bhayangkara Solo FC, Muhammad Yusuf Zulfikar, sangat setuju dengan analisis Dokter Tirta Mandira Hudha terait kompetisi di Tanah Air.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
bhayangkara-footballclub.com
Dokter tim Bhayangkara Solo FC, Muhammad Yusuf Zulfikar. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dokter Tirta Mandira Hudha mengatakan bahwa hadirnya kompetisi sepak bola di tengah pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan, karena akan membuat masyarakat terhibur dan berpengaruh pula pada imun tubuh.

"Pertimbangannya sederhana. Saat ini psikis masyarakat itu terganggu, tidak dalam situasi yang ideal karena beragam berita tentang pandemi Covid-19 yang berlebihan, masyarakat butuh hiburan,” kata Tirta dikutip dari Tribunnews.com.

“Hiburan itu bisa menjadi imun, agar tubuh sehat. Siaran pertandingan sepakbola itu adalah hiburan,” ujar Tirta.

Menanggapi hal itu, dokter tim Bhayangkara Solo FC, Muhammad Yusuf Zulfikar, mengaku sangat setuju dengan analisis Tirta.

Terlebih menurtunya, kompetisi, baik Liga 1 dan Liga 2 yang bakal digulirkan telah mengadaptasi kondisi saat ini yakni dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Hal itu sudah terbukti pada turnamen Piala Menpora 2021.

Baca juga: Gelandang Persija Braif Fatari Tak Menyangka Bisa Bobol Gawang Persib Bandung di Piala Menpora 2021

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Kembali Membawa Kemenpora Dapat Predikat WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Kembali Membawa Kemenpora Dapat Predikat WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan

Dalam satu bulan penyelenggaraan turnamen pramusim itu tidak ada kasus penyebaran Covid-19 selama turnamen.

"Saya setuju dengan dia (Dokter Tirta). Dia berani. Dia juga bicara bukan cuma fakta di lapangan. Tetapi, juga dengan teori kedokteran yang diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Jadi kuat argumennya dan tidak ngawur,” kata Yusuf.

"Menurut saya pribadi, seharusnya kompetisi tetap jalan karena kan kemarin Piala Menpora 2021, Alhamdulillah lancar," ujar Yusuf.

"Kami juga tahu kemarin ada Piala Eropa 2020 dan Copa America 2021. Kami coba terapkan aturan yang sama di sini, sambil kita juga sama-sama menekan penyebaran Covid,” terang Yusuf.

Yusuf menjelaskan bahwa penerapan protokol kesehatan (prokes) dalam kompetisi nanti telah mengacu pada aturan FIFA soal protokol kesehatan.

Oleh karena itu, Yusuf yakin bahwa kompetisi tetap aman dan tak jadi kluster penyebaran Covid-19 mengingat prokes yang diterapkan sangat ketat.

Seperti diketahui, kompetisi Liga 1 musim 2021 bakal diadakan dengan sistem series, yaitu bubble to bubble dan terpusat hanya di Pulau Jawa saja.

Tak hanya itu, seluruh pemain, ofisial dan orang-orang yang bekerja di dalamnya juga bakal dilakukan tes Covid-19 secara berkala.

“Dengan prokes yang ketat ini menurut saya tidak ada masalah, karena yang di dalam itu hanya kami," terang Yusuf.

"Sebelum masuk hotel kami di-swab, sebelum tanding kami diswab. Jadi saya kira tidak ada yang salah untuk kita coba menggulirkan sepak bola. Apalagi, tahun ini Indonesia sudah mau dua tahun tidak ada kompetisi,” pungkas Yusuf.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved