Aspirasi Warga

Dinilai Buruk, Barisan Relawan Jokowi Presiden Minta Pihak Rumah Sakit Misi Lebak Evaluasi Pelayanan

Dinilai Buruk, Barisan Relawan Jokowi Presiden Minta Pihak Rumah Sakit Misi Lebak Evaluasi Pelayanan. Berikut Alasannya

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Audiensi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Kabupaten Lebak dengan Manajemen Rumah Sakit Misi Lebak, Banten pada Kamis (15/7/2021). Audiensi dilakukan terkait laporan masyarakat mengenai dugaan buruknya pelayanan kesehatan. 

WARTAKOTALIVE.COM, LEBAK - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Kabupaten Lebak menyoroti laporan masyarakat terkait dugaan buruknya pelayanan kesehatan Rumah Sakit Misi Lebak, Banten.

Ketua Bara JP Kabupaten Lebak, Jamaludin Ramli menyampaikan laporan tersebut menjadi citra buruk tenaga kesehatan.

Sebab menurutnya, sudah sepatutnya para tenaga kesehatan dapat lebih sabar dalam menangani pasien yang sakit.

Hal tersebut pun diungkapkannya sesuai dengan sumpah profesi perawat maupun dokter untuk mengedepankan kesehatan masyarakat.

“Kita Relawan Presiden Jokowi dapat keluhan dari masyarakat yang sedang sakit, mengeluh terhadap pelayanan di RS Misi oleh oknum petugas arogan," ungkap Jamaludin Ramli pada Kamis (15/7/2021).

"Harusnya di tengah pandemi seperti ini, petugas di RS Misi bisa lebih profesional dalam menjalankan tugas sebagai perawat," tambahnya.

Baca juga: Tegas Menolak, Fadli Zon Paparkan Empat Alasan Kenapa Kebijakan Vaksin Berbayar Harus Dicabut Jokowi

Terkait laporan masyarakat tersebut, Ramli meminta agar manajemen Rumah Sakit Misi bisa melakukan evaluasi.

Tujuannya agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

“Intinya harus ada perbaikan, jadi mereka harus lebih ramah terhadap pasien yang hendak berobat. Kalau tak ada tindakan tegas, kita akan aksi besar dan melaporkan ke Pemkab agar dicabut ijinya," ujar Ramli.

Baca juga: Kolaborasi Bareng HMI dan PB SEMMI, Kapolri Optimis Herd Immunity Terbentuk Agustus-September 2021

Sementara itu, Direktur RS Misi Kabupaten Lebak, Denny Hardiantno mengaku belum mengetahui peristiwa yang dikeluhkan masyarakat.

Walau begitu, pihaknya akan mendalami permasalahan dan melakukan evaluasi.

“Besok kami tanyakan dulu ke PPNI, ini mungkin ada miss komunikasi antara pasien dan petugas di lapangan,” ungkap Denny Hardiantnom pada Kamis (15/7/2021).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved