Breaking News:

Berita Daerah

Derita Anak-cucu Pejuang Kemerdekaan yang Terusir dari Tanah Kelahirannya

Derita Anak-cucu Pejuang Kemerdekaan yang Terusir dari Tanah Kelahirannya. Mereka menuntut hak mereka dikembalikan negara

Penulis: Dwi Rizki | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
Spanduk penolakan pengosongan perumahan ex Hotel Yuliana yang dilakukan Kodam II Sriwijaya di Jalan kartini, Talang Semut, Kota Palembang Sumatera Selatan 

Terkait hal tersebut, Kuasa Hukum warga, Amran SH menyampaikan sejumlah keinginan warga, antara lain meminta rasa kemanusiaan terhadap nasib warga yang terusir, terlebih mereka adalah anak dan cucu para pejuang 45 yang tidak memiliki rumah.

Selanjutnya, warga meminta penjelasan terkait pengosongan rumah, karena eksekutor tidak mau menunjukan surat tugas.

Warga pun meminta hak ganti rugi bangunan sesuai nilai jual objek pajak (NJOP) serta kejelasan status okupasi status tanah tak bertuan.

“Sebagai kuasa hukum kami akan melakukan apa yang diinginkan warga selama keinginannya itu tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku dan didukung bukti pendukung,” ujar Amran.

Baca juga: Perhutani dan PT RPN Tandatangani Mou Pengembangan Porang

Dirinya pun berharap agar dilakukan mediasi sehingga dapat menemukan titik terang atas kesulitan yang dialami puluhan keluarga besar pejuang kemerdekaan.

Sementara itu, berdasarkan data terhimpun, lahan asrama tersebut sebelumnya merupakan Hotel Yuliana peninggalan orang Belanda dan telah diambil alih oleh negara.

Sehingga status tanah tersebut merupakan tanah tak bertuan.

Pernyataan tersebut sempat dibuktikan oleh tim kuasa hukum dan perwakilan warga saat mengecek sertifikat tersebut di BPN Kota dan Kanwil pada tahun 2016 silam.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved