Breaking News:

Virus Corona Bogor

Ade Yasin Minta Rapat Anggaran Dinas Kabupaten Bogor Tidak di Hotel, Anggaran Jadi Membengkak

Bupati Bogor Ade Yasin memimpin rapat TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) bersama para Kepala Dinas. Ade minta rapat anggaran tidak di hotel.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Dodi Hasanuddin
Wartakotalive.com/Hironimus Rama
Ade Yasin Minta Rapat Anggaran Dinas Kabupaten Bogor Tidak di Hotel, Anggaran Jadi Membengkak. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Ade Yasin minta rapat anggaran dinas Kabupaten Bogor tidak di hotel, anggaran jadi membengkak.

Bupati Bogor Ade Yasin memimpin rapat TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) bersama para Kepala Dinas secara virtual, Kamis (15/7/2021).

Rapat ini dihadiri Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanudin, jajaran Kepala Dinas, serta anggota TAPD Kabupaten Bogor.

Dalam rapat ini, Ade menegaskan kepada  TAPD Kabupaten Bogor agar  mengeluarkan anggaran yang tidak jelas.

Proses anggaran pembangunan Kabupaten Bogor saat ini telah sampai pada tahap finalisasi rancangan Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

"Kita harus tegas pak Sekda, kalau anggaran-anggaran yang tidak jelas, sebaiknya kita drop saja. Kita harus bisa menyesuaikan dengan kondisi anggaran saat ini, jadi harus kita kaji dengan benar,” kata Ade Yasin.

Baca juga: Ada 537.000 Warga Divaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor, Vaskinasi Anak Kapan? Ini Jawaban Bupati

Ade Yasin menambahkan, tahun 2022 adalah tahun puncak pelaksanaan periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menghadapi akhir periode, dia ingin penganggaran yang dilakukan harus konkrit dalam menyelesaikan permasalahan, serta mendukung pencapaian Pancakarsa, percepatan ekonomi daerah, indikator kinerja utama dan program-program prioritas lainnya.

“kalau anggaran tidak jelas, jangan ragu untuk didrop, pelatihan-pelatihan yang tidak ada manfaatnya didrop, kegiatan yang outputnya tidak jelas didrop," pintanya.

"Jadi setiap dinas harus diberitahu untuk memaksimalkan pemanfaatan ruang rapat yang ada di kantor masing-masing,” ungkap Ade Yasin.

Baca juga: Program Percepatan Vaksinasi Covid-19 Massal di Kabupaten Bogor Didukung DPRD: Harus Secepat Mungkin

Dia meminta agar pembahasan anggaran untuk dinas tidak dilaksanakan di hotel karena setiap kantor punya ruang rapat yang cukup representatif.

"Ini yang membuat anggaran membengkak, anggaran-anggaran pelatihan dan lain sebagainya harus diefisienkan," ujar Ade.

Oleh karena itu, Ade meningatkan jajarannya agar sebelum disampaikan kepada DPRD, anggaran perlu dicek teliti.

"Seluruh perangkat daerah harus memperhitungkan potensi pendapatan dan mengalokasikan belanja kepada yang bersifat prioritas, wajib dan mengikat pada unit kerjanya masing-masing," pungkasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved