Breaking News:

Viral Media Sosial

Viral Remaja Tertabrak Truk Ketika Buat Konten Malaikat Maut, Polisi Langsung Olah TKP

Viral Remaja Tertabrak Truk untuk Konten Malaikat Maut, Polisi Langsung Olah TKP. Argo : langkah penyelidikan untuk mengetahui penyebab kejadian

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, AKBP Argo Wiyono saat memantau penyekatan di Posko Sasak Jarang, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Sabtu (10/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Kasus seorang remaja yang tertabrak truk ketika membuat konten berbahaya viral di media sosial, Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Flyover Jalan Raya RE Martadinata, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi pada Selasa (13/7/2021).

Olah TKP dijelaskan Kasatlantas Polres Metro Bekasi, AKBP Argo Wiyono dilakukan guna mengetahui secara rinci kronologi kejadian kecelakaan tersebut.

Sejumlah saksi di lokasi kejadian juga diminta keterangannya.

"Ini sebagai langkah penyelidikan untuk mengetahui gambaran penyebab kejadian itu," kata Argo pada Selasa (13/7/2021).

Argo menegaskan pihaknya akan mengambil sejumlah langkah penyelidikan guna mencari fakta.

Terlebih mengenai fakta terkait aksi korban yang nekat menghalau truk yang sedang melaju kencang.

Sebab, apabila aksi tersebut dipicu dari permintaan teman korban, mereka katanya bisa dipidana.

Baca juga: Sandiaga Uno Ajak Mahasiswa Bangun Ekonomi Syariah untuk Buka Lapangan Kerja

"Yang membuat konten itu bisa jadi tersangka, menyebrang bukan pada tempatnya. Sopir truknya juga engga bisa disalahkan karena orang-orang ini nongkrong dipinggir jalan, tiba-tiba truk dekat dia nyebrang langsung maksain berhenti, sedangkan truk lagi laju kencang," kata dia.

Meskipun demikian, kata Argo, sopir truk juga bisa dituntut dan dikenakan penindakan.

Sebab, walaupun situasinya truk tidak bisa mengusai kendaraan karena remaja itu mendadak menyebrang atau menyetopnya.

Akan tetapi secara undang-undang Pasal 213 itu, jika mengalami kecelakaan tidak melakukan pertolongan tidak berhenti bisa dijadikan tersangka juga.

Baca juga: Boleh Berkurban Seekor Kambing untuk Satu Keluarga, Ustaz Adi Hidayat Paparkan Hukumnya

"Sopirnya lagi dicari, tapi lebih ditekankan hindari kegiatan-kegiatan itu karena sopir tidak bisa disalahkan sepenuhnya, kalau berhenti melakukan pertolongan mungkin dia takut diserang atau dikeroyok. Nah itu banyak yang harus didalami," jelas dia.

Argo mengimbau agar masyarakat turut serta membantu kepolisian mencegah tindakan berbahaya yang dilakukan para remaja.

Para orangtua juga diminta lebih mengawasi kegiatan anak-anaknya, apalagi dalam situasi pandemi corona ini anak cenderung jenuh sehingga melakukan kegiatan diluar rumah.

"Himbauan kepada masyarakat agar cegah jika ada segerombolan remaja cegat truk gitu, orangtua juga diminta awasi kegiatan anaknya. Terus untuk sopir jima melihat seperti itu tolong hati-hati dan tidak jalan terus jika memang sekira bisa berhenti," ungkap dia.

Baca juga: Waspada Begal Sadis di Jatikramat, Seorang Warga Tewas Dibacok Ketika Jaga Warung Kopi

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved