Sabtu, 9 Mei 2026

Virus Corona

Thailand akan Campir Vaksin Sinovac dan AstraZeneca, Berikut Penjelasannya

Pemerintah Thailand menyebut bahwa kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan perlindungan kepada para pekerja garis depan penanganan corona.

Tayang:
Editor: Mohamad Yusuf
Tribunnews.com
Seorang perawat sedang memasukkan jarum suntik ke dalam botol vaksin Astrazeneca di sebuah klinik di Inggris.(ENDRIK SCHMIDT / DPA-ZENTRALBILD / DPA PICTURE-ALLIANCE MELALUI AFP) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tenaga kesehatan di Thailand masih banyak yang terpapar Covid-19 meski sudah divaksin.

Hal tersebut membuat pemerintah Thailand mengambil tindakan untuk mencampur vaksin Covid-19.

Vaksin yang dicampur oleh Pemerintah Thailand itu adalah vaksin Sinovac dengan AstraZeneca.

Pemerintah Thailand menyebut bahwa kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan perlindungan kepada para pekerja garis depan penanganan corona di negara itu.

Baca juga: Demi Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Sejumlah Artis Dikabarkan Mulai Jual Mobil dan Rumah

Baca juga: Susu Bear Brand Mahal dan Langka di Pasar, Ini Tanggapan Nestle 

Baca juga: Daftar 10 Lokasi Isi Ulang Tabung Oksigen di Bekasi

Dilansir BBC, Thailand mengubah kebijakan vaksinasi setelah ratusan tenaga medis terinfeksi virus corona baru padahal sudah mendapat dua dosis vaksin Sinovac. 

Kini petugas medis yang telah disuntik dosis pertama Sinovac, akan dilanjutkan dengan dosis kedua vaksin AstraZeneca.

Lalu untuk mereka yang sudah dua kali disuntik Sinovac, akan mendapat vaksin ketiga untuk booster namun dari jenis yang berbeda.

Dosis ketiga ini akan diberikan tiga sampai empat minggu setelah suntikan Sinovac kedua mereka, kata Komite Penyakit Menular Nasional Thailand pada Senin (12/7/2021).

Saat ini satu-satunya stok vaksin yang masih ada di negara ini adalah AstraZeneca.

Namun bantuan vaksin Pfizer dari Amerika Serikat juga akan segera tiba.

Thailand mulai menerima vaksin Sinovac dari China dan melakukan vaksinasi kepada tenaga kesehatan pada Februari.

Pada Minggu lalu, Kementerian Kesehatan Thailand melaporkan lebih dari 677.000 tenaga kesehatan sudah divaksinasi lengkap menggunakan Sinovac.

Namun sebanyak 618 diantaranya positif Covid-19 antara April hingga Juli ini.

Bahkan seorang perawat meninggal dunia dan satu staf medis sedang dalam kondisi kritis.

Menurut penelitian di Chili yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, Sinovac memiliki tingkat kemanjuran 65,9% terhadap Covid-19, efektif 87,5% mencegah rawat inap, dan 86,3% efektif mencegah kematian.

Kekhawatiran terkait kemanjuran Sinovac mendorong munculnya permintaan vaksin Covid-19 jenis lain.

Baca juga: Sertifikat Vaksinasi Covid-19 Bisa Diunduh di Pedulilindungi.id, Begini Caranya

Baca juga: SIAPAKAH Doni Salmanan, Viral Sawer Reza Arap Rp1 Miliar saat Live Streaming Games? Ini Sosoknya

Baca juga: PROFIL Harmoko, Sosok yang Minta Soeharto Mundur, Meniti Karir Jurnalis, Politisi, hingga Menteri

Diketahui saat ini Thailand tengah menghadapi lonjakan kasus infeksi Covid-19.

Pada Minggu (11/7/2021), negara ini melaporkan rekor tertinggi yakni 9.418 kasus harian dan 91 korban meninggal baru.

Pekan lalu, sebuah klinik yang menjual vaksin Moderna di situs belanja online terjual habis dalam hitungan menit.

Rumah Sakit Phyathai menawarkan 1.800 slot vaksinasi untuk vaksin buatan AS, Moderna melalui e-commerce Shopee.

Satu suntikan dibanderol seharga 1.650 baht Thailand atau sekira Rp 732,8 ribu.

Menurut laporan BBC, Thailand mencatat lebih dari 330.000 kasus Covid-19 dan 2.711 lebih kematian, terhitung sejak awal pandemi.

Sementara itu Worldometers pada Senin (12/7/2021) melaporkan penambahan kasus baru sebanyak 8.656 di Thailand

Sehingga kini totalnya 345.027.

Lalu ada 80 kematian baru, dengan total 2.791.

Sebanyak 251.658 pasien telah dinyatakan sembuh.

Thailand ada di urutan ke-60 dunia berdasarkan jumlah total kasus infeksi Covid-19.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sudah Divaksin Tapi Terpapar Covid-19, Thailand akan Campur Vaksin Sinovac dan AstraZeneca
Penulis: Ika Nur Cahyani

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved