Virus Corona

Suara Penyintas Covid-19: Wisma Atlet Kemayoran Itu Nggak Seseram yang Dibayangkan Orang

Penyintas Covid-19 yang pernah menghuni Wisma Atlet Kemayoran bersuara: Tinggal di wisma itu tak seseram yang dibayangkan orang.

Penulis: resign | Editor: Max Agung Pribadi
istimewa/Nessa Wina
Para Pasien Covid-19 beserta Nakes sedang mengikuti kegiatan Senam bersama pada minggu (23/5/2021), pagi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Nessa Wina merupakan satu diantara penyintas Covid-19 yang telah lulus dari Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Ia menetap disana selama 15 hari. Terhitung sejak 15 Mei hingga 30 Mei 2021.

Wanita kelahiran Jakarta ini mengaku ngeri saat pertama kali masuk ke gedung wisma atlet.

Baca juga: VIDEO Ratusan Siswa Akmil Tiba di Bandara Halim, Dikerahkan Bantu Tenaga Kesehatan RSD Wisma Atlet

“Pertama kali sampai tuh serem banget. Dan gue dijemput sama ambulans di depan rumah banget,” kenang Nessa. Ia juga menyebut, saat dirinya dijemput di rumahnya yang berlokasi di Jalan Madrasah Al-Husna, Lebak Bulus, kondisi sirine ambulans dalam kondisi tidak menyala. “Jadi gak ada orang yang heboh,” ucapnya.

Sebelum dibawa ke Wisma Atlet, Nessa sempat melakukan isolasi mandiri di rumahnya selama empat hari.

Pada pertengahan bulai Mei, Nessa merasa kehilangan indera penciuman dan indera perasa. Karena panik, keesokan harinya, ia pergi untuk melakukan tes usap antigen di sebuah klinik di dekat rumahnya dan hasilnya reaktif.

Baca juga: Apong Sempat Ketakutan Saat akan Divaksinasi Covid di Polsek Pamulang

Nessa awalnya tidak percaya perihal hasil tersebut. Karena masih penasaran, Nessa menuju ke Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/5/2021), siang.

Ia datang seorang diri untuk memastikan dirinya terpapar Covid-19 atau tidak.

Setibanya di Puskesmas Cilandak, ia langsung mengajukan tes Covid-19 Polymerase Chain Reaction (PCR).

Baca juga: Mantan Dirut Persija Gede Widiade Sediakan Ratusan Tabung Oksigen untuk Bantu Penderita Covid-19

Hasil tes itu baru keluar tiga hari kemudian, tepatnya pada hari Jumat, 14 Juli dengan status positif Covid-19.

Pihak puskesmas langsung menghubungi Nessa, mereka memberi dua pilihan: Isolasi mandiri di rumah; atau isolasi di Wisma Atlet.

Nessa memilih opsi dua dengan berbagai pertimbangan.

Baca juga: Komisioner KPAI Sebut Animo Vaksinasi Anak Tinggi, tak Ada Penolakan Berarti dari Orang Tua

“Karena di rumah Cuma ada satu kamar mandi dan ada orang tua juga,” ucap Nessa saat dihubungi melalui sambungan telpon pada Senin (12/7/2021), siang.

Pada hari sabtu, (15/5),

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved