Plasma Konvalesen

Ini Alasan Kenapa Pendonor Plasma Konvalesen tidak Bisa Sembarang Orang

Meski angka kesembuhan Covid-19 meningkat ternyata tak membuat para penyitas dapat serta merta mendonorkan plasma konvalesen. Ada persyaratannya.

Penulis: Vini Rizki Amelia | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/M Nur Ichsan Arief
Ilustrasi donor plasma konvalesen. Ternyata tak mudah menjadi pendonor plasma konvalesen, harus memenuhi beberapa persyaratan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Meski angka kesembuhan Covid-19 meningkat ternyata tak membuat para penyitas dapat serta merta mendonorkan plasma konvalesen yang dibutuhkan bagi proses penyembuhan para pasien Covid-19 yang tengah berjuang.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat dr. Linda Lukitasari Waseso.

Menurutnya, meski saat ini jumlah pasien Covid-19 yang sembuh banyak.

Baca juga: Sering Donor Plasma Konvalesen Cenderung Miliki Antibodi yang Bertahan Lebih Lama

Namun, tak semua dari mereka bisa menjadi pendonor plasma konvalesen.

Sebab, banyak syarat yang harus dilalui penyitas Covid-19 sebelum akhirnya diperbolehkan mendonorkan plasma konvalesen.

Mereka yang ingin mendonor, harus memenuhi syarat antara lain harus sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 selama 14 hari dari sejak dinyatakan negatif.

Kemudian berat badan tidak boleh dari 55 kilogram, tidak punya komorbid, sehat, dan bagi pendonor wanita diutamakan mereka yang belum pernah hamil.

Jika persyaratan awal di atas lengkap, Linda mengatakan proses selanjutnya adalah skrining kesehatan pendonor yang dilakukan oleh PMI.

Bila pada proses skrining tersebut pendonor dinyatakan lulus, maka diperkenankan untuk mendonorkan plasma konvalesen.

"(Syarat) Terpenting adalah sudah terbentuknya filter antibodi (dalam diri pendonor) di mana imunoglobulinnya mencukupi yaitu 1:160," kata Linda seperti dikutip dari Kompastv, Selasa (13/7/2021).

Baca juga: Keluarga Pasien Diimbau Tidak Minta Donor Plasma Konvalesen Lewat Medsos Tapi Rumah Sakit dan PMI

Linda menyontohkan, dari 100 orang calon pendonor plasma konvalesen, belum tentu semuanya bisa menjadi pendonor.

"Karena setelah proses rekrutmen, skrining awal yang dilakukan adalah pemeriksaan darah lengkap, ada atau tidaknya penyakit infeksi menular, trombosit darahnya, kalau semua (persyaratan) mencukupi, baru bisa (mendonorkan plasma konvalesen)" katanya.

Perkembangan Covid-19 di Indonesia yang kini banyak dari mereka yang melakukan isolasi mandiri lantaran penuhnya rumah sakit rujukan atau tempat isolasi yang disediakan pemerintah.

Rupanya membuat PMI juga mengubah salah satu persyaratan terkait pernyataan kesembuhan dari penyitas.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved