Breaking News:

Genjot Pengembangan Kawasan Ekonomi Baru, Dirut Telkom Sebut Perlu Dilakukan Melalui Dua Dimensi

Genjot Pengembangan Kawasan Ekonomi Baru, Dirut Telkom Sebut Perlu Dilakukan Melalui Dua Dimensi. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

blogspot.com
Logo Telkom. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebagai perusahaan digital, Telkom Indonesia siap menggarap pengembangan kawasan ekonomi baru di Indonesia.

Direktur Utama Telkom Indonesia menyebut diperlukan dua dimensi, yaitu dimensi geografis dan digital untuk mengembangkan kawasan ekonomi baru. Eks Dirut Telkomsel itu menjelaskan, dua dimensi merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Telkom untuk mengembangkan bisnisnya di masa mendatang.

“Melalui pendekatan geografis, Telkom terus berupaya menghadirkan infrastruktur yang memadai di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah sudah mematok berbagai target, sehingga mendorong dibangunnya konektivitas infrastruktur di Jawa menjadi lebih berimbang dengan daerah-daerah lain luar Jawa,” kata Ririek dalam acara Investor Daily Summit 2021 secara virtual, Selasa (13/7/2021). 

Melalui pendekatan secara geografis, pembangunan infrastruktur tak hanya berpusat di Pulau Jawa. Ririek berharap, pembangunan infrastruktur digital bisa merata ke seluruh Indonesia terutama di kawasan ekonomi khusus, kawasan industri, dan di daerah pariwisata prioritas.

Baca juga: Seorang Pemuda Tewas Dibacok Rampok Bersenjata Tajam di Warung Kopi

Dalam pendekatan dimensi digital, Telkom berupaya agar terus memberi kontribusi ekonomi digital terhadap PDB Nasional yang saat ini masih kecil.

Ia memaparkan, berdasarkan data dari Google, Temasek, Bain & Co, nilai ekonomi digital Indonesia pada 2020 masih berkisar di angka 44 miliar dollar AS atau sebesar Rp 614 triliun. Jumlah ini turut berkontribusi terhadap PDB Nasional sekitar 4 persen.

Untuk itu, Telkom memproyeksikan di 2025 ekonomi digital bisa tumbuh sebesar 124 miliar dollar AS atau Rp 1760 triliun. Melalui jumlah itu akan mendongkrak PDB Nasional sekitar 8 persen. Lalu, pada 2030 diproyeksikan akan tumbuh menjadi miliar dollar AS atau Rp 4531 triliun dan angka ini akan berkontribusi terhadap PDB nasional menjadi 18 persen.

“Perlu ditingkatkan lagi meski angka itu luar biasa, ini sangat erat kaitannya antara penyediaan infrastruktur, komunikasi dan juga pertumbuhan digital. Jika dilakukan secara bersama, tentu bisa meningkat lagi sebab pertumbuhan digital akan bisa ditingkatkan jika tersedia infrastruktur komunikasi yang baik,” pungkas Ririek. (FANDI PERMANA)

Baca juga: Empat RSUD Penuh Pasien Covid-19, Ade Yasin Optimalkan Tim Bogor Gercep Pantau Warga Isoman di Rumah

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved