Virus Corona

Faisal Basri Sebut Vaksin Gotong Royong Vaksin Rente, Begini Penjelasan Menteri BUMN Erick Thohir

Ekonom Faisal Basri menyebut bahwa vaksin Gotong Royong yang kini ramai dibicarakan lebih tepatnya vaksin rente. Ini penjelasan Erick Thohir

Penulis: Wito Karyono | Editor: Wito Karyono
euractiv.com
PT Bio Farma akan mendatangkan sebanyak 5 juta dosis vaksin CanSino yang akan digunakan dalam program Vaksinasi Gotong Royong. Ekonom Faisal Basri menyebut vaksin gotong royong sebagai vaksin rente? 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Ekonom Faisal Basri menyebut bahwa vaksin Gotong Royong yang kini ramai dibicarakan lebih tepatnya vaksin rente.

Rente artinya keuntungan. Vaksin rente adalah program vaksin dengan salah satu tujuan memburu kentungan.

“Berdasarkan skenario awal, bayangkan betapa menggiurkan bisnis vaksin BUMN. Kalau untungnya Rp100.000 per suntikan, rentenya senilai Rp17,2 triliun. Makanya ada vaksin "gotong royong" (lebih tepat vaksin rente).” Demikan @FaisalBasri

“Vaksinnya sudah kadung dipesan. Pak @BudiGunadi pasti tahu itu.”

Baca juga: Loyalis Jokowi Sebut Vaksin Gotong Royong Individu Atau Berbayar Sifatnya Bukan Paksaan

Baca juga: Kiritik Anggota DPR: Dagang Vaksin dengan Alasan Gotong Royong Itu Menipu Rakyat di Tengah Derita

Faisal Basri lantas menujukkan berita tentang peluang untung bisnis farmasi

“Itulah yang disebut oleh para direksi BUMN farmasi sebagai peluang bisnis.”

“Jadi, untuk membunuh vaksin rente, pemerintah ambil alih stok vaksin yg sudah dan akan dibeli. BUMN2 farmasi murni jadi operator vaksinasi, mempercepat target herd immunity 70% yg dicanangkan pemerintah.”

Faisal Basri
Faisal Basri (Tribunnews.com)

Faisal Basri pun berharap BPK melakukan audit.

“Kalau audit BPK nantinya menemukan ada praktik mark up, BUMN farmasi wajib kembalikan kelebihannya kepada pemerintah. Kalau ada unsur pidana, proseslah sesuai hukum yang berlaku."

Baca juga: Ini Lima Penyedia Layanan Swab Test di Jabodetabek dan Bandung, Mungkin Bisa Jadi Pilihan Anda

“Saatnya meluruskan yang bengkok-bengkok. Akui kesalahan yang lalu, mari mengoreksinya, mulai lembaran baru demi selamatkan sebanyak mungkin nyawa manusia, utamanya yang papa.”

“Jangan sekali-kali melakukan privatisasi kebijakan publik. Jangan alihkan otoritas negara kepada korporasi swasta maupun BUMN serta organisasi pengusaha (Kadin).”

Penjelasan Erick Thohir

Sementara itu Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan soal vaksinasi gotong royong.

Ia memastikan bahwa vaksinasi gotong royong tidak pernah menggunakan uang dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved