Berita Nasional

RESMI! Indonesia Turun Kelas Jadi Negara Berpenghasilan Menengah ke Bawah, Setara dengan Timor Leste

Negara Indonesia turun kelas jadi negara berpenghasilan menengah ke bawah, yang sebelumnya berpenghasilan menengah.

Editor: Panji Baskhara
Wartakotalive.com
Ilustrasi: Sebutan Indonesia menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah atau lower middle Income ini diumumkan langsung oleh Bank Dunia, melalui situs resminya per 1 Juli 2021. 

Maka dari itu Bank Indonesia melakukan berbagai upaya dan langkah-langkah untuk mengantisipasi dampak dari PPKM darurat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita akan melihat dampak PPKM ini terhadap penurunan mobilitas dan penurunan konsumsi, khususnya yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Kami akan terus melihat indikator-indikatornya,” pungkas Perry.

Pemerintah Revisi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III

Pemerintah memutuskan untuk merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III akibat dampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia masih punya kekuatan dari sisi ekspor pada periode ini.

"Kita melakukan revisi terhadap pertumbuhan karena kita melihat bahwa di kuartal III yang menjadi penting dan menjadi andalan adalah ekspor," ujarnya saat konferensi pers secara virtual, Senin (5/7/2021).

Airlangga menjelaskan, ekspor Indonesia sampai dengan Mei 2022 kemarin relatif stabil dengan capaian pertumbuhan yang terus bisa dipertahankan selama 13 bulan.

"Surplus sebesar 10,06 miliar dolar AS di bulan Mei kemarin, tentu dengan harga komoditas baik itu CPO, batu bara, nikel, karet, dan aluminium yang baik."

"Ekspor diharapkan kita bisa pertahankan terus karena dari segi permintaan global juga meningkat," katanya.

Kemudian, belanja pemerintah diharapkan bisa terus dijaga konsistensinya, sehingga penekanan terhadap ekonomi kuartal II itu akibat dari tingkat konsumsi.

"Oleh karena itu, pemerintah diperkirakan di kuartal III itu terjadi kontraksi, tapi relatif masih positif. Angkanya di antara 3,7 persen sampai 4 persen," pungkas Airlangga.

Jokowi: Jangan Hanya Bicara Kesehatan tapi Tidak Melihat Ekonomi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan, menyelesaikan masalah kesehatan dan ekonomi di masa pandemi Covid-19, harus seiring sejalan.

Hal itu ia sampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/6/2021).

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved