Berita Nasional

RESMI! Indonesia Turun Kelas Jadi Negara Berpenghasilan Menengah ke Bawah, Setara dengan Timor Leste

Negara Indonesia turun kelas jadi negara berpenghasilan menengah ke bawah, yang sebelumnya berpenghasilan menengah.

Editor: Panji Baskhara
Wartakotalive.com
Ilustrasi: Sebutan Indonesia menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah atau lower middle Income ini diumumkan langsung oleh Bank Dunia, melalui situs resminya per 1 Juli 2021. 

Kemudian, Vietnam dan Filipina keduanya memiliki pendapatan 2.700 dollar AS (Rp39 juta) dan 3.400 dollar AS (Rp 49 juta) per kapita.

Sementara Malaysia masih unggul dari Indonesia, dan berada di kelas menengan, dengan 10.600 dollar AS (Rp 154 juta) per kapita, bersama dengan Thailand 7.100 dollar AS (Rp 103 juta) per kapita.

Negara yang memiliki pendapatan tertinggi adalah Singapura dengan GNI 54.900 dollar AS (Rp 798 juta) per kapita.

Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menurun, Gubernur Bank Indonesia: 3,8 Persen

Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun, pada Senin (12/7/2021).

Diketahui, laju pertumbuhan ekonomi nasional menurun lantaran dampak dari penerapan PPKM darurat.

Soal perekonomian Indonesia menurun dampak dari PPKM darurat dibenarkan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Ia membenarkan, adanya penerapan PPKM darurat bakal memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional di 2021.

Perry Warjiyo mengatakan, apabila pertumbuhan ekonomi di tahun ini diprediksi berada pada kisaran 3,8 persen.

Jika diteliti lebih lanjut, angka tersebut turun dibandingkan dengan prediksi sebelumnya.

Bank Sentral sempat memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia antara 4,1 persen hingga 5,1 persen, dengan titik tengah 4,6 persen.

"Berdasarkan awal asesmen Bank Indonesia menunjukkan, PPKM darurat selama (hampir) satu bulan dan akan menurunkan Covid-19 itu akan membuat pertumbuhan ekonomi kita akan turun menjadi sekitar 3,8 persen," ujar Perry saat Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI secara virtual, Senin (12/7/2021).

Perry kembali menjelaskan, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai akibat PPKM Darurat.

Seperti terjadinya angka investasi global yang turun hingga melemahnya konsumsi masyarakat akibat menurunnya mobilitas masyarakat.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved