Breaking News:

Virus Corona

Peti Mati Jenazah Covid-19 Langka, Perusahaan Mebel di Pondok Aren Beralih Produksi Peti Mati Murah

Kelangkaan peti mati untuk jenazah Covid-19 mendorong sebuah perusahaan mebel beralih memproduksi peti mati murah.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Max Agung Pribadi
Warta Kota/Rizki Amana
Kelangkaan peti mati pada saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 seperti sekarang mendorong perusahaan mebel di Pondok Aren, Tangerang ini memproduksi peti mati murah seharga Rp 1,2 juta per unit. 

WARTAKOTALIVE.COM, PONDOK AREN - Kelangkaan peti mati bagi jenazah infeksi covid-19 berpeluang bagi sejumlah pengusahan yang bergerak di bidang usaha mebel. 

Matinya sejumlah kegiatan seremoni karena pandemi covid-19 yang melanda, membuat Nurdin (40) selaku pengusaha mebel di Jalan Caraka Buana Selatan VIII, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) beralih memproduksi peti mati

Nurdin mengatakan perlaihan produksi peti mati tersebut ditengarai banyaknya kebutuhan akan perlengkapan pemulasaraan khusus jenazah infeksi covid-19 tersebut. 

Baca juga: Angka Kematian Akibat Covid-19 Terus Bertambah, PPSU Kelurahan Palmeriam Inisiatif Buat Peti Jenazah

"Kita tergerak ini. Biasanya kita memang enggak produksi peti ini, biasanya kita event, ada pameran-pameran di gedung serba guna kita fokus ke situ. Karena memang kondisinya kaya gini, karena event ditutup sama pemerintah enggak boleh ada kerumunan kita tergerak untuk menyesuaikan saja," kata Nurdin saat ditemui di lokasi usahanya, Pondok Aren, Kota Tangsel, Senin (12/7/2021).

Nurdin menuturkan pihaknya dapat memperoduksi 10 peti mati dalam sehari melangsungkan pekerjaanya itu. 

Menurutnya permintaan akan peti mati terus berdatangan ke usaha mebelnya itu seiring melonjaknya kasus mematian akibat infeksi covid-19.

Baca juga: Warga di Bulukumba Nekat Rebut Jenazah Covid-19 dari Petugas Pemakaman, Peti Mati Dibongkar Paksa

"Biasanya lima sampai sepuluh unit, kalau kemarin sudah ada pemesanan dari daerah Cisauk, katanya sih mereka minta dibuatin. Bervariasi kadang ada dari perumahan, Puskesmas, ya rumah sakit juga sudah ada dua rumah sakit sudah kita kirimin," jelasnya. 

Sementara itu, ia mengaku tak menjual mahal peti matai yang diproduksi oleh usaha miliknya tersebut. 

Pasalnya, perlaihan semenyara produksi itu ditujukan ia bersama para pekerja untuk dapat membantu ketersdiaan peti mati di tengah keterbutuhannya yang meninggi akibat kasus infeksi covid-19.

Baca juga: Ade Yasin Terima 52 Peti Jenazah untuk Pasien Covid-19 dari Askonas

Kata Nurdin, pihaknya membandrol satu peti mati tersebut senilai Rp 1,2 juta. 

"Iya kita fokusin ke situ harganya lebih ekonomis dan memang kondisi lagi susah begini, jadi kita fokusin untuk membantu masyarakat mengurangi beban mereka itu saja intinya," tuturnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved