Breaking News:

CPNS 2021

Suka Berselancar di MEDSOS, Nih Ada Formasi Jabatan Analis Konten Media Sosial di CPNS 2021

Suka Berselancar di MEDSOS, Nih Ada Formasi Jabatan Analis Konten Media Sosial di CPNS 2021. Simak selengkapnya di dalam berita ini.

sscndaftar.bkn.go.id
Formasi jabatan analis konten media sosial. 

1. Regional Sulawesi, Maluku, Papua, Bali dan Nusa Tenggara

2. Regional Jawa 

3. Regional Kalimantan 

4. Regional Sumatera

Sementara itu, mereka yang bisa melamar BPK adalah yang masih berusia antara 18 tahun sampai dengan 35 tahun. 

Baca juga: Viral, Anggotanya Cekcok di Penyekatan PPKM Darurat, Puluhan Paspampres Geruduk Mapolres Jakbar

Berikutnya, dokumen yang perlu dilengkapi, antara lain: 

1. Surat Lamaran (Format file dapat diunduh pada portal cpns.bpk.go.id) (pdf)

2. Scan Asli Kartu Tanda Penduduk (eKTP)/Surat Keterangan Perekaman eKTP (pdf)

3. Scan Asli Surat Pernyataan BPK (Format file dapat diunduh pada portal cpns.bpk.go.id) (pdf)

4. Scan Asli Ijazah sesuai kualifikasi pendidikan (pdf) (tidak boleh Surat Keterangan Lulus)

5. Bukti penyetaraan ijazah dari Dijadikan satu File Kemenristek DIKTI (khusus bagi pelamar lulusan luar negeri) (pdf)

6. Pasfoto berwarna dengan latar belakang merah (jpeg) 

7. Bukti akreditasi institusi yang menyatakan “A” atau “unggul” pada saat kelulusan (khusus formasi Cumlaude) (pdf)

8. Bukti Akreditasi Program Studi yang menyatakan “A” atau “Unggul” pada saat kelulusan (khusus formasi Cumlaude) (pdf)

Baca juga: Usai Karantina Mandiri, Gubernur Lukas Enembe Bakal Tiba di Tanah Papua, Minta Tak Disambut

9. Scan Asli Akta Kelahiran dan/atau Surat Keterangan Lahir dan Surat Keterangan dari Kepala Desa atau Kepala Suku (format file dapat diunduh di portal cpns.bpk.go.id) (pdf) (khusus formasi Putra/Putri Papua dan Papua Barat) (pdf)

10. Scan Asli Surat Keterangan Dokter Rumah Sakit/Puskesmas yang menerangkan jenis/tingkat disabilitas dan Surat Pernyataan Disabilitas (format dapat diunduh pada portal cpns.bpk.go.id) (pdf) (khusus penyandang Disabilitas) 

11. Tautan Video yang menggambarkan kemampuan melakukan aktivitas pada butir II.2.b (khusus penyandang disabilitas)

PASTIKAN 5 HAL INI SEBELUM AKHIRI PENDAFTARAN

Kini, Pendaftaran CPNS 2021 masih terus berlangsung. 

Ribuan pelamar CPN5. Pastikan bentuk file yang diuploadS sudah mengakhiri pendaftaran, tetapi beberapa dari mereka melakukan kesalahan. 

Kesalahan-kesalahan itu bahkan bakal menggugurkan mereka dalam seleksi administrasi. 

Nah, untuk itulah para pelamar CPNS 2021 harus memastikan 5 hal ini sebelum mengakhiri pendaftaran : 

Baca juga: Edy Rahmayadi Perbolehkan Tempat Ibadah Tetap Buka di Masa PPKM, Begini Penjelasannya

1. Pastikan Pilihan Formasi Jabatan

Pastikan bahwa pemilihan formasi jabatan sudah sesuai dengan kualifikasi pendidikan. 

Maksudnya adalah pendidikan kalian sudah sesuai persyaratan dalam formasi jabatan yang dipilih. 

2. Pastikan Penulisan Nama

Pastikan penulisan nama sudah sesuai dengan yang tertera dalam ijazah maupun KTP

3. Berkas Harus Terbaca

Para pelamar juga harus memastikan bahwa dokumen yang diunggah dapat terbaca. 

Jika kurang terbaca atau agak blur, sebaiknya perbaiki dokumen tersebut lebih dulu sebelum mengakhiri pendaftaran.

Baca juga: Inggris Lolos ke Final Euro 2020 Usai Kalahkan Denmark 2-1 Lewat Perpanjangan Waktu, Gol Harry Kane

4. Pastikan IPK yang ditulis

Ini juga penting, pastikan IPK yang ditulis sudah sesuai dengan yang tertera di transkrip nilai

5. Pastikan bentuk file yang diupload

Nah, kalian juga harus memastikan bentuk file yang diupload sudah sesuai dengan yang diminta. 

KTP dan foto berlatar belakang merah harus berbentuk JPEG. 

Dokumen kelulusan, transkrip nilai, surat lamaran, surat pernyataan, dan sertifikat toefl harus berbentuk PDF. 

Cek bagian itu berulang-ulang agar jangan ada kesalahan dalam bentuk dokumen kalian. 

CARA MEMPEROLEH SERTIFIKAT AKREDITASI

Sementara itu, para pelamar CPNS 2021 dihadapkan dengan syarat sertifikat akreditasi kampus maupun akreditasi. 

Lalu bagaimanakah cara memperolehnya dengan mudah. Paling mudah adalah dengan mencarinya di website banpt.or.id. 

Namun, terkadang tidak semua sertifikat akreditasi program studi tampil di banpt.or.id. 

Sertifikat akreditasi yang tampil biasanya hanya tahun terbaru saja.

Baca juga: Semakin Ditentang PKS, Ferdinand Hutahaean Makin Mantap Dukung Jokowi Jabat Presiden Tiga Periode

Jika terjadi kondisi seperti ini, calon pelamar CPNS 2021 bisa menelepon pihak banpt.or.id dan nantinya akan diberikan sertifikat akreditasi yang dicari. 

Cara kedua adalah dengan mencarinya lewat website kampus. 

Banyak kampus biasanya sudah mengupload sertifikat akreditasi prodi dan kampus di websitenya. 

Sehingga para pelamar CPNS 2021 tinggal mendownloadnya saja. 

Jika masih tidak dapat ditemukan juga, maka teleponlah program studi kalian dan minta sertifikat akreditasi tersebut. 

Baca juga: Demi Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Sejumlah Artis Dikabarkan Mulai Jual Mobil dan Rumah

Formasi Jabatan di Instansi Dengan Pelamar Tersedikit 

Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah merilis data instansi dengan pendaftar terbanyak dan paling sedikit pada CPNS 2021 dan PPPK 2021. 

Pelamar paling banyak ada di BKKBN. Sedangkan pelamar paling sedikit ada di Pemerintah Kota Baubau atau Pemkot Baubau.

Bahkan di Pemkot Baubau disebutkan baru ada 1 pelamar sampai dengan Senin (5/7/2021)

Nah, yuk kita simak daftar formasi jabatan di Pemkot Baubau. 

Selain itu kita bisa simak pula formasi jabatan Pemkab Takalar di CPNS 2021

Baca juga: Susunan Pemain Italia yang Disiapkan Hadapi Spanyol: Trisula Chiesa, Insigne, Immobile Bakal Starter

Ternyata, Pemkot Baubau hanya membuka lowongan untuk dokter umum sebanyak 1 kuota. 

Dokter umum itu nantinya akan ditempatkan di Puskesmas Kadolomoko. 

Berikutnya ada pula Pemkab Takalar yang masuk daftar 10 instansi dengan pelamar paling sedikit. 

Inilah daftar formasi jabatan di Pemkab Takalar:

1. Perancang sistem informasi keegawaian (S-1 Teknik Informatika)
2. AHLI PERTAMA - APOTEKER

3. TERAMPIL - NUTRISIONIS (D-III Gizi) - kuota 4

4. AHLI PERTAMA - DOKTER (Dokter) - Kuota 8

5. ANALIS BUDIDAYA PERIKANAN - (Kuota 1)

6. ANALIS PENGELOLAAN SUMBER DAYA IKAN (S-1 Manajemen Budidaya Perikanan)

Baca juga: Gerebek Kerumunan WNA di Sebuah Kafe di Kelapa Gading, Imigrasi Jakarta Utara Periksa Semua Dokumen

BESARAN GAJI APP MAHKAMAH AGUNG

Seme​_ntara itu, Mahkamah Agung membuka formasi Analis Perkara Peradilan APP pada CPNS 2021

Bahkan, APP Mahkamah Agung yang lolos CPNS 2021 ini memiliki peluang besar mengikuti rekrutmen calon hakim setelah diangkat menjadi PNS. 

Hal itu lantaran CPNS APP MA 2021 memang dialokasikan untuk mengikuti rekrutmen calon hakim Mahkamah Agung. 

Kuota CPNS APP Mahkamah Agung pun sangat besar, yakni 1.540. 

Baca juga: Promo Alfamart Hari Ini Minggu 4 Juli, Diskon Aneka Vitamin, Susu, Beras, Minyak Goreng

Rinciannya adalah 278 pelamar cumlaude, lalu 1.259 formasi umum, dan 3 untuk putra/putri Papua.

Lalu berpakah gaji CPNS APP. 

Sebuah akun YouTube yang dibuat PNS APP lulusan CPNS 2019, menceritakan bahwa tunjangan kinerja CPNS APP sekitar Rp6 juta. 

 Oleh karena itu take home pay CPNS APP bisa mencapai Rp9 juta. 

Sementara itu, setelah diangkat menjadi PNS, maka tunjangan kinerjanya akan meningkat jadi Rp8 juta. 

Hal ini tentu saja berdampak pada terkereknya take home pay PNS APP sampai di angka Rp11 jutaan. 

Pendapat akan semakin besar apabila PNS APP mampu menembus seleksi calon hakim MA. 

Baca juga: Dapatkan Hadiah Jutaan Rupiah Dengan Mengunggah Video di Show Your Talent

SYARAT TOEFL MAHKAMAH AGUNG BIKIN BINGUNG

Syarat TOEFL untuk formasi jabatan Analis Perkara Peradilan di Mahkamah Agung membuat bingung banyak pelamar CPNS 2021 Mahkamah Agung. 

Syarat TOEFL merupakan syarat yang harus dilengkapi pelamar formasi jabatan Analis Perkara Peradilan di CPNS Mahkamah Agung. 

Formasi jabatan Analis Perkara Peradilan (APP) CPNS 2021 Mahkamah Agung memang cukup spesial karena dialokasikan untuk mengikuti seleksi calon hakim setelah diangkat menjadi PNS. 

Namun, ternyata syarat TOEFL bagi APP membingungkan banyak calon pelamar.

Baca juga: VIDEO : Tabung Oksigen Langka, Warga Hanya Bisa Isi Ulang

Hal itu tampak di sejumlah grup CPNS Mahkamah Agung. 

Sejauh ini pihak Mahkamah Agung dalam beberapa twit di akun resmi twitter Mahkamah Agung, menyebutkan bahwa pelamar boleh memakai TOEFL apapun selama dikeluarkan oleh lembaga bahasa atau kursus bahasa. 

Terpenting adalah TOEFL itu dibuat dengan jujur dan sesuai dengan kemampuan pelamar. 

Beberapa pelamar yang hanya memegang TOEFL Prediction pun bingung lantaran ternyata di pilihan di akun sscasn, hanya ada piliah TOEFL PBT dan TOEFL IBT. 

Hal itu jadi membingungkan pelamar pemegang TOEFL Prediction karena mereka bingung harus memilih TOEFL PBT ataupun TOEFL IBT. 

Sebab, TOEFL Prediction pada dasarnya bukan termasuk ke dalam TOEFL PBT maupun TOEFL IBT. 

Baca juga: HATI-HATI! Ini Syarat CPNS 2021 Pemprov DKI Jakarta yang Bisa Bikin Pelamar Terkecoh

Mari kita simak perbedaan TOEFL PBT, IBT, ITP, maupun Prediction

1. PBT (Paper-Based Test)

TOEFL PBT tergolong masih konvensional. Tes TOEFL ini dikerjakan lewat media kertas yang terdiri dari lembar soal dan jawaban. Bentuk soalnya berupa pilihan ganda dari A sampai E, dengan materi ujian antara lain listening, reading, dan structure. Durasi pengerjaan PBT kurang lebih 3 jam, serta memiliki rentang skor 310-667. Untuk biaya, kamu harus mengeluarkan uang kurang lebih Rp450.000-500.000.

2. IBT (Internet-Based Test)

Dikenal juga dengan Next Generation TOEFL, IBT adalah ujian yang dilakukan dengan media komputer dan internet. Kamu akan menyelesaikan soal-soal yang terdiri dari materi reading, writing, listening, dan speaking melalui komputer yang terkoneksi dengan internet. Durasinya kurang lebih 4-5 jam dengan penilaian skor mulai dari 0-120. Dari sekian banyak jenis TOEFL, IBT termasuk yang paling mahal biayanya. Kamu perlu menyiapkan USD195 atau sekitar Rp2,8 juta untuk satu kali tes.

3. CBT (Computer-Based Test)

Tak jauh berbeda dengan IBT, tes TOEFL jenis ini juga dilakukan melalui komputer. Namun, CBT tak membutuhkan koneksi internet. Peserta akan mengerjakan soal-soal berupa reading, structure, listening, dan wri​_ting melalui software interaktif yang sudah terinstal di komputer dengan rentang skor antara 30-300. Bila mengambil TOEFL CBT, harus bisa mengerjakan dengan hati-hati karena kamu tidak bisa mengubah atau kembali mengerjakan soal yang terlewat. Plus, biaya yang harus dikeluarkan pun tak murah, yakni sekitar Rp350.000-500.000.

4. ITP (Institutional Testing Program)

TOEFL ITP merupakan tes yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi atau lembaga bahasa terpercaya. Sertifikat TOEFL jenis ini hanya berlaku di dalam negeri atau beberapa negara Asia. Meski demikian, soal yang diberikan tetap mengikuti standar internasional mulai dari listening, reading, hingga structure. ITP memberi rentang skor yang sama dengan PBT, yaitu mulai 310-667. Sementara biaya yang dikenakan untuk mengikuti test ITP TOEFL adalah USD35 atau sekitar Rp350-550.000.

5. TOEFL Prediction

Sesuai namanya, TOEFL Prediction dilakukan untuk memprediksi skor sebelum kamu mengikuti TOEFL yang sebenarnya (PBT, IBT,CBT, atau ITP). Walaupun hanya sebatas prediksi, beberapa instansi CPNS 2019 tak masalah jika pelamar melampirkan hasil TOEFL Prediction. Ujian persiapan ini diselenggarakan oleh lembaga bahasa yang mengadakan tes TOEFL dengan rentang skor hingga 550. Biayanya, cukup siapkan Rp250.000 saja.

CAKIM VIA APP DI MAHKAMAH AGUNG

Sementara itu, jumlah kuota yang dibuka untuk formasi calon analis perkara peradilan itu juga sangat besar, yakni 1.540. 

Rinciannya adalah 278 pelamar cumlaude, lalu 1.259 formasi umum, dan 3 untuk putra/putri Papua. 

Namun, pola seleksinya berbeda  dengan model calon hakim pada CPNS 2017.

Pada CPNS 2017, calon hakim menjadi formasi jabatan calon hakim dan yang lulus langsung menjalani pendidikan calon hakim selama 2 tahun. 

Pada CPNS 2021, model perekrutan calon hakim sangat berbeda dengan CPNS 2017. 

Pada CPNS 2021, rekrutmen Calon Hakim dilakukan via CPNS formasi jabatan Analis Perkara Peradilan atau APP. 

Terkait syarat formasi calon hakim Via APP, sudah diumumkan dalam surat NOMOR : 01/Pansel-CPNS/MA/VI/2021
TENTANG PELAKSANAAN SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA
TAHUN ANGGARAN 2021. 

Baca juga: Positif Covid-19, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Akui Tak Merasakan Gejala

Mereka yang dapat mendaftar formasi APP, antara lain : 

1. S-1 Hukum

2. S-1 Ilmu Hukum 

3. S-1 Al-Ahwal Al-Syakhshiyah 

4. S-1 Al-Ahwal Asy-Syakhsiyah 

Baca juga: Antisipasi Dampak PPKM Darurat, Kemensos Segera Salurkan BST untuk Mei dan Juni Rp600 Ribu Sekaligus

5. S-1 Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah 

6. S-1 Jinayah Siyasah

7. S-1 Siyasah

8. S-1 Siyasah Jinayah 

9. S-1 Muamalah 

10. S-1 Syariah 

11. S-1 Perbandingan Mazhab Dan Hukum

Sedangkan untuk syarat usia juga berbeda dari CPNS Calon Hakim 2017. 

CPNS Calon Hakim 2017 mensyaratkan CPNS Calon Hakim maksimal berusia 32 tahun. 

Sedangkan CPNS APP yang dipersiapkan untuk mengikuti rekrutmen calon hakim dibolehkan berusia maksimal 35 tahun pada saat melamar. 

Baca juga: PURWOREJO Zona Merah, Gubernur Ganjar Pranowo Minta Bupati Agus Bastian Tingkatkan Antisipasi

Syarat berikutnya untuk CPNS APP adalah memiliki sertifikat Test of English as a Foreign Language (TOEFL) dengan skor paling rendah 450 (empat ratus lima puluh) atau International English Language Testing System (IELTS) paling rendah 5.0 (lima koma nol).

Proses seleksinya, CPNS APP sudah memiliki bentuk tes serupa dengan CPNS Calon Hakim 2017. 

Tes pertama adalah seleksi kompetensi dasar dengan metode CAT dengan bobot 40 persen. 

JIka lolos SKD, peserta CPNS APP akan mengikuti SKB dengan bobot 60 persen. 

Untuk formasi jabatan APP, SKB nya antara lain : 

a) Computer Assisted Test (CAT) dengan bobot 50% (dari nilai keseluruhan SKB);

b) Wawancara dengan bobot 30% (dari nilai keseluruhan SKB);

c) Tes Kemampuan Bahasa Inggris dengan bobot 20% (dari nilai keseluruhan SKB).

Baca juga: Antisipasi Dampak PPKM Darurat, Kemensos Segera Salurkan BST untuk Mei dan Juni Rp600 Ribu Sekaligus

Terkait TOEFL, diberitahukan dalam twitter Mahkamah Agung bahwa dapat digunakan TOEFL apapun asalkan bukan abal-abal. 

LALU KAPAN REKRUTMEN CALON HAKIM BAGI CPNS APP?

Ini pasti jadi pertanyaan bagi para peminat CPNS APP. 

Dilihat dari halaman 1 surat NOMOR : 01/Pansel-CPNS/MA/VI/2021 TENTANG PELAKSANAAN SELEKSI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TAHUN ANGGARAN 2021, tampaknya CPNS APP harus menjalani dulu masa CPNSnya selama 1 tahun. 

Setelah diangkan menjadi PNS APP, barulah akan diikutkan dalam seleksi calon hakim di Mahkamah Agung. 

Mereka yang lulus tes calon hakim maka akan mengikuti pendidikan calon hakim yang biasanya dilakukan selama 2 tahun. 

Bagi mereka yang tidak lulus, maka tetap menjadi PNS APP Mahkamah Agung. 

Sehingga setidaknya proses menjadi hakim bagi CPNS APP akan memakan waktu kurang lebih 3 tahun atau lebih. 

Nah, selamat berjuang!

Baca juga: Antisipasi Dampak PPKM Darurat, Kemensos Segera Salurkan BST untuk Mei dan Juni Rp600 Ribu Sekaligus

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved