Breaking News:

Partai Politik

Lewat Festival Pahlawan Desa, Megawati Ingin Kader PDIP Hadir di Tengah Rakyat Desa

DPP PDI Perjuangan (PDIP) melaksanakan festival karya video pendek mengenai tokoh desa/kelurahan yang akan memperebutkan Piala Megawati

Editor: Bambang Putranto
ANTARA/Syaiful Hakim
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan bahwa desa adalah ujung tombak pemerintahan, tempat hidupnya adat istiadat yang merupakan sumber kebudayaan dan kepribadian bangsa. 

Wartakotalive.com, Jakarta - DPP PDI Perjuangan (PDIP) melaksanakan festival karya video pendek mengenai tokoh desa/kelurahan yang akan memperebutkan Piala Megawati Kawal Pancasila dari Desa.

Launching acara itu dilaksanakan secara virtual di Jakarta, Sabtu (10/7/2021) sore, dengan dihadiri Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

Hadir juga jajaran Ketua DPP PDIP seperti Puan Maharani, Tri Rismaharini, Yasonna Laoly, Ahmad Basarah, Rokhmin Dahuri, Sri Rahayu, dan Yanti Sukamdani. Acara diorganisasikan oleh Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDIP.

Hadir Ketua Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDIP Aria Bima, Sekretaris Rano Karno, Bendahara Vita Ervina, Abidin Fikri, dan Kirana Larasati sebagai moderator.

Ketua Umum Megawati Soekarnoputri meminta agar kegiatan ini tak hanya bicara tokoh penggerak desa/kelurahan. Tapi lebih jauh, bagaimana dengan kegiatan ini mampu menunjukkan desa yang sebenarnya. Dari keindahanya, makanannya, tradisi desa, hingga local wisdom yang tumbuh di desa tersebut.

"Bu Mega berpesan agar saat kita bicara desa, maka desa harus jadi pusat pergerakan kepartaian kita, desa harus jadi pusat penghormatan dan pembumian Pancasila," kata Hasto menyampaikan pesan dari Megawati.

Megawati mengingatkan bahwa desa adalah ujung tombak pemerintahan, tempat hidupnya adat istiadat yang merupakan sumber kebudayaan dan kepribadian bangsa.

Karena itu, Megawati berharap kegiatan ini jadi momentum untuk mengingatkan kader agar bergerak dari desa, sebagai basis teritorial dalam menghadirkan seluruh cita-cita dan gagasan Bung Karno.

"Menurut Ibu Mega, dari bergerak di desa, bisa dimulai misalnya dari sanitasi. Soal kebersihan desa, ketersediaan air bersih, kecukupan gizi di desa, dan benarkah di tengah pandemi ini, nilai gotong royong jadi nilai penggerak di desa, saling membantu satu sama lain sehingga semua jadi lebih ringan karena gotong royong itu," urainya.

"Karenanya, dalam menyelenggarakan lomba ini, pesan Bu Mega adalah bagaimana melihat keseluruhan aspek desa, dan lebih penting bagaimana kader-kader partai hadir di tengah desa itu," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved