Rabu, 20 Mei 2026

Virus Corona Jabodetabek

Anies Baswedan: Rakyat Harus Percaya Pemerintah, dan Pemerintah Harus Bisa Dipercaya

Menurut Anies, Pemprov DKI Jakarta selalu mendasarkan masukan para ilmuwan di bidangnya, sebagai dasar pengambilan kebijakan penanganan pandemi.

Tayang:
TRIBUNNEWS/LUSIUS GENIK
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sejak awal selalu menggunakan pendekatan saintifik dalam penanganan pandemi Covid-19. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sejak awal selalu menggunakan pendekatan saintifik dalam penanganan pandemi Covid-19.

Menurut Anies, Pemprov DKI Jakarta selalu mendasarkan masukan para ilmuwan di bidangnya, sebagai dasar pengambilan kebijakan penanganan pandemi.

“Kami di DKI Jakarta sejak awal masa pandemi ini mempercayakan arah kebijakan pada pendekatan saintifik dan ilmuwan di bidangnya," ujar Anies dalam konferensi pers virtual, Sabtu (10/7/2021).

Baca juga: Edhy Prabowo: Kalau Ada yang Bilang Saya Orang yang diambil Prabowo dari Comberan, Itu Benar

Pendekatan penanganan pandemi Covid-19, kata Anies, selalu merujuk pada data-data dan pendekatan ilmiah.

Anies menuuturkan, transparansi jadi kata kunci dalam penanganan pandemi Covid-19 di Jakarta.

"Karena itu, kami dalam setiap aspek kebijakan selalu berkonsultasi, bertukar pikiran," tutur Anies.

Baca juga: 1,47 Juta Nakes Indonesia Bakal Dapat Suntikan Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga, Pakai Moderna

Mantan Mendikbud ini memastikan pihaknya akan terus menggunakan pendekatan ilmiah ini.

Masyarakat dan pemerintah, katanya, harus memiliki rasa saling percaya di tengah pandemi Covid-19.

"Karena kami percaya situasi ini tidak selesai dalam hitungan minggu."

Baca juga: Keberatan Dituntut 5 Tahun Penjara, Edhy Prabowo: Saya Masih Memiliki Istri Salihah dan Tiga Anak

"Karena itu untuk bisa berjalan bersama, rakyat harus percaya pemerintah, dan pemerintah harus bisa dipercaya."

"Caranya dengan menyampaikan apa adanya dan menyampaikan dengan dasar bukti yang menggunakan metode ilmiah," beber Anies.

Volume Kendaraan Bermotor Turun 62,3 Persen

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan terjadinya penurunan angka volume kendaraan di wilayah DKI Jakarta, selama sepekan penerapan PPKM darurat.

Menurut Anies, penerapan PPKM darurat mampu menurunkan mobilitas masyarakat.

"Data dari Dishub itu menunjukkan bahwa ada penurunan volume lalu lintas kendaraan bermotor."

"Penurunan sampai 62,3 persen," ungkap Anies.

Terjadi juga penurunan angka penumpang harian angkutan umum perkotaan sebesar 46,28 persen.

Meski begitu, Anies mengatakan, tujuan pelaksanaan PPKM darurat adalah pengendalian Covid-19.

"Tapi kan tujuan di PPKM ini kan bukan di angka-angka ini, tapi di pengendalian Covid-19," ucap Anies.

Menurut Anies, titik krusial dari penerapan PPKM darurat adalah pada pengendalian penularan Covid-19 yang mengalami lonjakan.

"Jadi kita harus nanti melihat barangkali di pekan kedua itu seperti apa."

"Karena yang terjadi pada pekan pertama adalah konsekuensi dari penularan sebelum PPKM darurat," beber Anies.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 9 Juli 2021, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus : 636.383 (25.9%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus : 440.379 (17.9%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus : 285.348 (11.6%)

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus : 189.705 (7.7%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus : 83.762 (3.4%)

RIAU

Jumlah Kasus : 74.899 (3.0%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus : 72.560 (3.0%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus : 67.280 (2.7%)

BANTEN

Jumlah Kasus : 61.689 (2.5%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus : 55.675 (2.3%)

BALI

Jumlah Kasus : 54.079 (2.2%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus : 38.040 (1.5%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus : 37.176 (1.5%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus : 31.147 (1.3%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus : 30.637 (1.2%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus : 27.808 (1.1%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus : 24.378 (1.0%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus : 23.188 (0.9%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus : 22.933 (0.9%)

PAPUA

Jumlah Kasus : 21.503 (0.9%)

ACEH

Jumlah Kasus : 20.140 (0.8%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus : 17.424 (0.7%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus : 16.811 (0.7%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus : 14.669 (0.6%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus : 14.274 (0.6%)

JAMBI

Jumlah Kasus : 13.935 (0.6%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus : 13.466 (0.5%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus : 13.087 (0.5%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus : 12.447 (0.5%)

BENGKULU

Jumlah Kasus : 11.671 (0.5%)

MALUKU

Jumlah Kasus : 10.465 (0.4%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus : 6.526 (0.3%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus : 6.251 (0.3%)

GORONTALO

Jumlah Kasus : 6.164 (0.3%). (Fahdi Fahlevi)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved