Virus Corona Jabodetabek
Anies Baswedan: Rakyat Harus Percaya Pemerintah, dan Pemerintah Harus Bisa Dipercaya
Menurut Anies, Pemprov DKI Jakarta selalu mendasarkan masukan para ilmuwan di bidangnya, sebagai dasar pengambilan kebijakan penanganan pandemi.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sejak awal selalu menggunakan pendekatan saintifik dalam penanganan pandemi Covid-19.
Menurut Anies, Pemprov DKI Jakarta selalu mendasarkan masukan para ilmuwan di bidangnya, sebagai dasar pengambilan kebijakan penanganan pandemi.
“Kami di DKI Jakarta sejak awal masa pandemi ini mempercayakan arah kebijakan pada pendekatan saintifik dan ilmuwan di bidangnya," ujar Anies dalam konferensi pers virtual, Sabtu (10/7/2021).
Baca juga: Edhy Prabowo: Kalau Ada yang Bilang Saya Orang yang diambil Prabowo dari Comberan, Itu Benar
Pendekatan penanganan pandemi Covid-19, kata Anies, selalu merujuk pada data-data dan pendekatan ilmiah.
Anies menuuturkan, transparansi jadi kata kunci dalam penanganan pandemi Covid-19 di Jakarta.
"Karena itu, kami dalam setiap aspek kebijakan selalu berkonsultasi, bertukar pikiran," tutur Anies.
Baca juga: 1,47 Juta Nakes Indonesia Bakal Dapat Suntikan Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga, Pakai Moderna
Mantan Mendikbud ini memastikan pihaknya akan terus menggunakan pendekatan ilmiah ini.
Masyarakat dan pemerintah, katanya, harus memiliki rasa saling percaya di tengah pandemi Covid-19.
"Karena kami percaya situasi ini tidak selesai dalam hitungan minggu."
Baca juga: Keberatan Dituntut 5 Tahun Penjara, Edhy Prabowo: Saya Masih Memiliki Istri Salihah dan Tiga Anak
"Karena itu untuk bisa berjalan bersama, rakyat harus percaya pemerintah, dan pemerintah harus bisa dipercaya."
"Caranya dengan menyampaikan apa adanya dan menyampaikan dengan dasar bukti yang menggunakan metode ilmiah," beber Anies.
Volume Kendaraan Bermotor Turun 62,3 Persen
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan terjadinya penurunan angka volume kendaraan di wilayah DKI Jakarta, selama sepekan penerapan PPKM darurat.
Menurut Anies, penerapan PPKM darurat mampu menurunkan mobilitas masyarakat.
"Data dari Dishub itu menunjukkan bahwa ada penurunan volume lalu lintas kendaraan bermotor."
"Penurunan sampai 62,3 persen," ungkap Anies.
Terjadi juga penurunan angka penumpang harian angkutan umum perkotaan sebesar 46,28 persen.
Meski begitu, Anies mengatakan, tujuan pelaksanaan PPKM darurat adalah pengendalian Covid-19.
"Tapi kan tujuan di PPKM ini kan bukan di angka-angka ini, tapi di pengendalian Covid-19," ucap Anies.
Menurut Anies, titik krusial dari penerapan PPKM darurat adalah pada pengendalian penularan Covid-19 yang mengalami lonjakan.
"Jadi kita harus nanti melihat barangkali di pekan kedua itu seperti apa."
"Karena yang terjadi pada pekan pertama adalah konsekuensi dari penularan sebelum PPKM darurat," beber Anies.
Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 9 Juli 2021, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:
DKI JAKARTA
Jumlah Kasus : 636.383 (25.9%)
JAWA BARAT
Jumlah Kasus : 440.379 (17.9%)
JAWA TENGAH
Jumlah Kasus : 285.348 (11.6%)
JAWA TIMUR
Jumlah Kasus : 189.705 (7.7%)
KALIMANTAN TIMUR
Jumlah Kasus : 83.762 (3.4%)
RIAU
Jumlah Kasus : 74.899 (3.0%)
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jumlah Kasus : 72.560 (3.0%)
SULAWESI SELATAN
Jumlah Kasus : 67.280 (2.7%)
BANTEN
Jumlah Kasus : 61.689 (2.5%)
SUMATERA BARAT
Jumlah Kasus : 55.675 (2.3%)
BALI
Jumlah Kasus : 54.079 (2.2%)
SUMATERA UTARA
Jumlah Kasus : 38.040 (1.5%)
KALIMANTAN SELATAN
Jumlah Kasus : 37.176 (1.5%)
SUMATERA SELATAN
Jumlah Kasus : 31.147 (1.3%)
KEPULAUAN RIAU
Jumlah Kasus : 30.637 (1.2%)
KALIMANTAN TENGAH
Jumlah Kasus : 27.808 (1.1%)
LAMPUNG
Jumlah Kasus : 24.378 (1.0%)
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Jumlah Kasus : 23.188 (0.9%)
NUSA TENGGARA TIMUR
Jumlah Kasus : 22.933 (0.9%)
PAPUA
Jumlah Kasus : 21.503 (0.9%)
ACEH
Jumlah Kasus : 20.140 (0.8%)
SULAWESI UTARA
Jumlah Kasus : 17.424 (0.7%)
KALIMANTAN BARAT
Jumlah Kasus : 16.811 (0.7%)
SULAWESI TENGAH
Jumlah Kasus : 14.669 (0.6%)
KALIMANTAN UTARA
Jumlah Kasus : 14.274 (0.6%)
JAMBI
Jumlah Kasus : 13.935 (0.6%)
NUSA TENGGARA BARAT
Jumlah Kasus : 13.466 (0.5%)
PAPUA BARAT
Jumlah Kasus : 13.087 (0.5%)
SULAWESI TENGGARA
Jumlah Kasus : 12.447 (0.5%)
BENGKULU
Jumlah Kasus : 11.671 (0.5%)
MALUKU
Jumlah Kasus : 10.465 (0.4%)
MALUKU UTARA
Jumlah Kasus : 6.526 (0.3%)
SULAWESI BARAT
Jumlah Kasus : 6.251 (0.3%)
GORONTALO
Jumlah Kasus : 6.164 (0.3%). (Fahdi Fahlevi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/anies-baswedan-di-pmi-dki.jpg)