Pemalsu Surat Swab

Polda Metro Gulung Tiga Kelompok Pemalsu Surat Swab PCR dan Vaksinasi, 100 Orang Pemesannya Dicari

Kombes Tubagus Ade Hidayat menerangkan dalam surat hasil swab PCR dan antigen palsu yang ditawarkan, pelaku dapat membuatnya sesuai pesanan pemesan.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dedy
Warta Kota/Budi Malau
Kabid Humas Polda Metro Kombes Yusri Yunus dan Dirreskrimum Polda Metro konpers penangkapan 4 orang dari 3 kelompok pemalsu surat hasil Swab PCR, Antigen dan Surat Vaksinasi palsu, Jumat (9/7/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI --- Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membekuk empat orang dari 3 kelompok pemalsu surat hasil Swab PCR, Antigen dan Surat Vaksinasi palsu.

Keempatnya menawarkan pembuatan surat palsu terkait Covid-19 itu melalui media sosial dengan harga murah.

Dari hasil penyelidikan sedikitnya sudah ada 97 sampai 100 orang yang sudah memesan surat palsu itu kepada keempatnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menerangkan dalam surat hasil swab PCR dan antigen palsu yang ditawarkan, pelaku dapat membuatnya sesuai pesanan pemesan.

Rata-rata, kata Tubagus, para pelanggannya memesan hasil negatif untuk kebutuhan perjalanan.

"Padahal surat itu dibuat tanpa melalui proses yang seharusnya dengan diswab dan sampel swab dibawa ke lab. Dampaknya orang yang memesan seolah-olah benar-benar negatif Covid-19 padahal bisa aja reaktif atau positif," kata Tubagus di Mapolda Metro Jaya, Jumat (9/7/2021).

Hal ini juga sama dengan surat vaksinasi palsu yang ditawarkan pelaku, sehingga membuat pemesan seakan-akan sudah divaksin.

"Dampak semuanya apa, yakni karena pemesan tidak sesuai dengan surat hasil swab yang dibuat pelaku, bisa saja dia positif dan menularkannya ke orang lain saat perjalanan. Ini membuat penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah menjadi terhambat oleh mereka ini," papar Tubagus.

Karenanya kata Tubagus dalam kasus ini pihaknya juga akan menelusuri siapa saja pemesan surat palsu terkait Covid-19 ini untuk diproses hukum.

"Karena kesadaran mereka untuk menekan penyebaran Covid-19 tidak ada dan justru mengancam keselamatan warga lainnya," kata Tubagus.

Atasperbuatannya para pelaku diancam Pasal 263 dan 268 KUHP soal pemalsuan surat serta Undang Undang Karantina Kesehatan dengan ancaman hingga diatas 5 tahun penjara.

Remaja di bawah umur

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan satu dari empat tersangka diketahui adalah remaja di bawah umur.

Para pelaku katanya memalsukan surat hasil swab PCR dan Antigen palsu, dengan memodifikasi surat aslinya berlogo rumah sakit tertentu.

"Ada yang seakan-akan surat palsu mereka itu dikeluarkan oleh rumah sakit Siloam dan rumah sakit Mayapada. Logo dan bentuknya sama, tapi jelas-jelas palsu karena barcodenya tidak terdeteksi," kata dia.

Yusri mengatakan para pelaku menawarkan pembuatan surat palsu itu melalui media sosial dengan harga sangat murah.

"Untuk surat hasil swab antigen dijual dengan harga Rp 60 ribu. Untuk surat keterangan swab PCR Rp 100 ribu dan untuk kartu vaksinasi Juga dihargai Rp 100 ribu," ujar Yusri.

"Rata-rata mereka sudah beraksi sejak bulan Maret lalu. Sedikitnya sudah ada sekitar 97 orang sampai dengan ratusan yang sudah mereka jual surat keterangan palsunya," ujar Yusri.

Ia memastikan bahwa pihaknya akan mengembangkan kasus ini untuk melihat dan menyelidiki kemungkinan adanya kelompok lain yang serupa.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved