Breaking News:

Transportasi

Penuhi Kebutuhan Infrastruktur Transportasi, Empat Ruas Tol Baru Akan Hadir di Kabupaten Tangerang

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch Maesal Rasyid mengatakan, rencana pembangunan keempat ruas tol tersebut sudah melalui kajian

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Dedy
Wartakotalive.com
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch Maesal Rasyid mengatakan, rencana pembangunan keempat ruas tol tersebut sudah melalui kajian mendalam serta sebagian proses perijinan, serta telah mendapat persetujuan dari kementerian terkait. 

Lebih lanjut Henry yang merupakan sekretaris Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang, juga mendukung salah satu proyek strategis nasional tersebut.

Menurutnya, empat ruas jalan tol baru ini dapat menjawab akan kebutuhan infrastruktur jalan yang ada di Kabupaten Tangerang.

"Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg nantinya akan berdiri sepanjang 35,6 KM, Tol Serpong-Balaraja sepanjang 37,6 KM, Tol Semanan-Rajeg-Balaraja 21 KM dan Tol Pakuhaji-Sepatan Timur 11,5 KM," lanjut Hendry

Pembangunan Tol tersebut akan menambah solusi kemacetan di wilayah Barat hingga wilayah utara Kabupaten Tangerang, sekaligus mendukung pertumbuhan akses menuju wilayah Bandara Internasional Soekarno Hatta.

"Percepatan pembangunan tol ini merupakan salah satu upaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan kebutuhan ruas jalan penghubung antar kecamatan yang begitu luas di Kabupaten Tangerang," terangnya.

Camat Pakuhaji, Asmawai, yang wilayahnya bagian dari proses perencanaan pembangunan dua ruas jalan tol yaitu tol Kamal-Balaraja, Tol Pakuhaji- Bandara, juga turut serta mendukung pembangunan akses jalan tanpa hambatan tersebut.

Tol Kamal-Balaraja akan melintasi lima desa yang berada dibawah tanggung jawabnya, yaitu Kohod, Kalibatu, Kramat, Sukawali dan Surya bahari. 

Sedangkan tol Pakuhaji-Bandara Soetta akan melintasi desa Kohod, Gaga, rawaboni.

"Dalam SK yang disebutkan, wilayah kami yang terintegrasi dalam pembangunan ruas tol akan melintasi Pakuhaji. Namun kamu hanya sebatas evaluasi dan monitoring pembangun saja," tutup Asmawi.
 

 
 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved