Breaking News:

PPKM Darurat

21 Perusahaan Disidak, Kombes Yusri Ingatkan Pemimpin Perusahaan Jangan Egois, Kuburan Sudah Penuh

Menurut Kombes Yusri, sejak Rabu (7/7/2021) malam ada 21 perusahaan yang dilakukan sidak yang tidak masuk dalam ketegori non esensial dan non kritikal

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Dedy
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, ada 21 perusahaan yang dilakukan sidak yang tidak masuk dalam ketegori non esensial dan non kritikal dimana perusahaan itu masih mempekerjakan pegawainnya. 

WARTAKOTALIVE.COM,KEMAYORAN ---  Hari kelima pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah DKI Jakarta masih ditemukan adanya pelanggaran.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Yusri Yunus menyampaikan jika pada hari pertama saat dilakukan pembatasan masih banyak warga yang tak patuh PPKM darurat sehingga terjadi kepadatan dibeberapa titik lalu lintas.

"Tapi kalau saat ini sudah mulai longgar. Sekarang ada 72 titik yang kita lakukan penyekatan dan pengendalian mobilitas masyarakat, intinya bahwa pemerintah mengeluarkan kebijakan ini bukan menyusahkan masyarakat," kata Yusri di Kemayoran, Kamis (8/7/2021).

Dikatakan Yusri kebijakan pemerintah untuk keselamatan masyarakat ditengah pandemi Covid-19.

Sejauh ini hasil dari hasil evaluasi lima sehari PPKM Darurat, Yusri mengaku masyarakat sudah mulai mengerti, namun memang pelanggaran masih saja ditemukan.

"Memang masih ada saja pelanggaran yang ditemukan perusahaan non esensial non kritikal. Saya sudah sampaikan kemarin ada dua perusahaan yang kita sidak dan kami sanksi," katanya.

Menurut Yusri, sejak Rabu (7/7/2021) malam ada 21 perusahaan yang dilakukan sidak yang tidak masuk dalam ketegori non esensial dan non kritikal dimana perusahaan itu masih mempekerjakan pegawainnya.

Padahal aturannya 100 work from home (WFH) atau mempekerjakan karyawannya di rumah.

"Kami semua jajaran terus melakukan sidak dan tadi pagi apel sudah dilakukan langsung oleh Kapolda Metro dan kami akan bergerak terus untuk mengingat para pemimpin perusahaan jangan egois, kuburan sudah penuh, apalagi rumah sakit," paparnya.

Polda Metro Jaya memastikan akan menindak tegas bagi para pelaku perusahaan non esensial dan kritikal yang masih mempekerjakan karyawannya di kantor.

Bahkan pimpinan pun akan dikenakan sanksi atas tindakan itu. 

Baca juga: Sulitnya Menembus Pos Penyekatan di Jalan Daan Mogot, Dua Kali Diperiksa Jika Ingin Masuk Jakarta

Baca juga: Langgar PPKM Pabrik Konveksi di Sukapura Digerebek, Begini Modusnya Agar Tak Terpantau Petugas

Baca juga: Percepat Vaksinasi Covid-19 Pemkab Bogor Gelar Vaksinasi Massal Tiap Senin dan Rabu di 40 Kecamatan

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved