PPKM Darurat

Viral Keponakan Jenderal Langgar Prokes, Satpol PP Tangsel: Anak Presiden pun Kalau Salah Saya Tegur

RMBF (21), seorang remaja mengaku keponakan jenderal bintang dua terjaring operasi yustisi, saat PPKM darurat dikarenakan melanggar prokes.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Panji Baskhara
Istimewa
RMBF (21), seorang remaja mengaku keponakan jenderal bintang dua terjaring operasi yustisi, saat PPKM darurat di wilayah Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin (5//72021) viral di media sosial (medsos). 

WARTAKOTALIVE.COM, SERPONG - RMBF (21), seorang remaja mengaku keponakan jenderal bintang dua terjaring operasi yustisi, saat PPKM darurat.

Kejadian itu bahkan sampai viral di media sosial (medsos) lantaran remaja tersebut enggan ditindak petugas PPKM darurat.

Rupanya insiden memalukan itu terjadi di wilayah Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin (5//72021).

Saat kejadian, yang mengamankan remaja mengaku keponakan jenderal itu dilakukan oleh petugas gabungan TNI, Polri hingga Satpol PP.

Baca juga: Tak Pakai Masker dan Mengaku Keponakan Jenderal, Remaja di Serpong Ini Dihukum Push Up

Baca juga: Jenderal Andika Perkasa Lapor Kekayaannya Rp 179 Miliar, KPK Apresiasi

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus Seratus Ribu Orang Lebih, Wagub Ariza Ingatkan Warganya Taat Prokes

Kepala Bidang Penegak Hukum dan Perundang-Undangan Satpol PP Kota Tangsel, Sapta Mulyana akui, pihaknya bakal memberlakukan tindakan yang sama kepada para pelanggar protokol kesehatan (prokes) covid-19.

Menurutnya pihaknya tak menghiraukan status sosial yang disandang masyarakat bial didapatinya pelanggaran prokes tersebut.

"Masyarakat kita masih banyak (pelanggaran-red), kalau enggak ditegur dengan keras enggak ada sadarnya dan itu merugikan orang lain saya lebih mengutamakan kepentingan bersama," kata Sapta kepada Wartakotalive.com di Mapolres Tangsel, Serpong, Rabu (7/7/2021).

"Maka ketika dia mengaku saudara jenderal pun saya bilang jagankan jenderal dua, jenderal lima, anak presiden pun kalau salah saya tegur, harus saya ingatkan itu," sambungnya.

Sapta menjelasakan penindakan tegas bakal mulai diberlakukannya pada hari keempat penerapan PPKM Darurat pada wilayah kerjanya tersebut.

Pasalnya, hingga saat ini hari keempat berjalannya operasi yustisi PPKM Darurat pihaknya kerap mendapati sejumlah pelanggaran prokes covid-19.

"Paling banyak tidak menggunakan masker itu sudah ratusan. Yang kedua adanya tempat-tempat kuliner yang masih terjadi pelanggaran," pungkasnya.

Diketahui, Jumlah pasien Virus Corona (Covid-19) di Indonesia bertambah 34.379 orang, per Rabu (7/7/2021).

Sehingga, hari ini total ada 2.379.397 kasus positif.

Hal itu seperti dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved