Open Source Jadi Game Changer dan Inovasi Bisnis Terbaik di Masa Pandemi
Pada masa penuh tantangan ini, open source bisa menjadi game changer, karena menawarkan efisiensi dan kemandirian.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung setahun lebih, mengubah perilaku sosial masyarakat di seluruh dunia.
Semua kegiatan masyarakat menjadi serba online, menjadikan satu sisi roda bisnis berjalan lebih cepat, tetapi banyak juga yang berjalan lebih lambat.
Sehingga, memberi banyak tekanan dan tantangan pada perusahaan agar tak sekadar bisa bertahan, namun juga memenangkan persaingan.
Padahal, ekonomi dunia memaksa seluruh pemerintahan maupun sektor bisnis melakukan pengetatan anggaran, tidak terkecuali di Indonesia.
Kondisi normal memang harus secara mendadak berubah seiring pandemi yang belum juga usai.
Namun, mengutip apa yang disampaikan oleh profesor asal Austria, Peter Drucker, pendidik dan ahli manajemen, bahaya yang lebih besar saat turbulensi, bukan turbulensi itu sendiri, melainkan menanggapinya dengan logika yang sudah ketinggalan zaman.
Sejalan dengan pemikiran beliau untuk masa ini, kita tidak bisa lagi menyikapi perubahan zaman karena pandemi dan kemajuan teknologi yang sangat pesat, menggunakan cara penghematan biasa, namun harus lebih dari itu, kita membutuhkan terobosan.
Efisiensi dan Kemandirian
Inovasi di bidang infrastruktur teknologi informasi (TI) pada akhirnya menjadi kunci yang akan membawa pemerintah maupun perusahaan, bertransformasi menjadi lebih kuat dan mampu bersaing di segala zaman.
Pada masa penuh tantangan ini, open source bisa menjadi game changer, karena menawarkan efisiensi dan kemandirian.
Perbankan yang butuh keamanan data tingkat tinggi hingga startup yang perlu kemudahan dan efisiensi, telah memanfaatkan open source sejak lama.
Jadi, tak ada salahnya jika di masa sulit ini pelaku usaha kecil dan menengah juga memanfaatkannya, agar bisa segera masuk ke dunia digital, guna memperluas pasar sesuai arahan pemerintah.
Dengan memanfaatkan keunggulan dari open source, yang mampu terhindar dari pembelian lisensi software berbayar yang mahal, memberikan potensi layanan yang jauh lebih baik lagi.
Karena, penggunaannya secara terbuka, tidak ada vendor-lock-in, dan dukungan mumpuni dari penyedia layanan yang terpercaya, membebaskan pengguna dari ketergantungan vendor asing.
Adopsi open source sebagai bagian dari inovasi atau terobosan untuk efisiensi perusahaan, merupakan hal yang tidak terelakkan, terlebih di masa sekarang ini.
Tidak hanya memberikan penghematan biaya, namun juga memberikan kontrol sepenuhnya kepada pengguna, menghilangkan ketergantungan, dan membebaskan kita untuk memilih dan memperlakukan sesuai kebutuhan kita.
Tidak ada lagi potensi risiko keamanan yang ditimbulkan oleh bug yang tidak dapat diperbaiki secara mandiri.
Dengan menggunakan software dan solusi berbasiskan open source, maka akan menghasilkan kemandirian, kemerdekaan, dan kedaulatan kita sebagai pengguna akhir, terlepas dari ketergantungan pada penyedia asing.
Menyiapkan sumber daya manusia
Semua keunggulan open source itu akan menjadi sia-sia jika sumber daya manusia yang menjalankannya tidak ada.
Apalagi, data menunjukkan saat ini Indonesia mengalami kesenjangan talenta digital dibanding negara lain.
“Kita membutuhkan 9 juta talenta digital dalam 15 tahun."
"Atau rata-rata 600.000 talenta digital setiap tahun,” ucap Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate, dalam program peluncuran modul literasi digital, melalui keterangan tertulis (19/4/2021).
Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif yang jumlahnya melebihi negara lain, dan seharusnya hal tersebut dapat menjadi aset utama.
Sejalan dengan visinya sejak 14 tahun lalu dalam membangun ekosistem open source di Indonesia, PT Equnix Business Solutions konsisten memberikan solusi teknologi informasi berbasis open source, dan ikut serta meningkatkan kualitas SDM Indonesia.
Sejak berdiri, perusahaan pionir anak bangsa ini memang selalu hadir dengan semangat melayani negeri, serta mengemban misi menjadikan korporasi di Indonesia mandiri TI, lepas dari hegemoni asing.
"Selama 14 tahun berdiri, kita sudah menyelamatkan lebih dari 500 miliar rupiah devisa negara."
"Bukan hal mudah, dan karena itulah PT Equnix Business Solutions konsisten mengembangkan ekosistem open source di semua lini penting di Indonesia, dari hulu hingga hilir," tutur Julyanto Sutandang, CEO PT Equnix Business Solutions.
Khusus untuk peningkatan kemampuan manusia, lanjut Julyanto, di masa sebelum pandemi pihaknya giat melakukan kampanye open source goes to campus ke berbagai kampus negeri dan swasta di Indonesia.
Namun sejak masa pandemi, PT Equnix Business Solutions setiap minggu secara rutin mengadakan webinar edukasi TI pada umumnya, dan open source pada khususnya.
“Sumber daya manusia yang melimpah adalah modal dasar kemajuan teknologi informasi Indonesia, dan kita tidak boleh tertinggal jauh dari negara lain dalam mengembangkan SDM itu."
"Harapannya, dengan edukasi rutin itu, teknologi informasi Indonesia bisa melompat ke jenjang yang lebih tinggi, terutama dalam hal inovasi berbasis Open Source,” beber Julyanto.
Open source, tuturnya, adalah masa depan, karena juga menawarkan kebebasan dalam mengadopsi teknologi, selain efisiensi.
Saat pandemi sedang menghantam dengan kuat, banyak perusahaan beralih ke open source yang ternyata bisa berjalan dengan mulus, karena luwes dalam menghadapi tuntutan perubahan teknologi sedrastis apapun.
Pada perayaan ulang tahun ke-14 ini, PT Equnix Business Solutions yang telah banyak dipercaya sebagai pemberi solusi TI bagi pemerintah dan swasta, akan terus menjaga komitmen memajukan TI Indonesia melalui produk dan edukasi kepada semua kalangan.
“Pada kesempatan ini, izinkan kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan solusi TI berbasis open source kepada kami."
"Kami dengan sekuat tenaga akan terus berusaha memberikan layanan terbaik sekaligus memajukan dunia TI Indonesia demi mencapai cita-cita kita bersama,” cetus Julyanto.
Hal itu ia sampaikan saat webinar bertajuk bertajuk 'Open Source Making A Difference in Business Innovation In This Pandemic,' Rabu (7/7/2021).
Webinar tersebut menghadirkan pembicara Dr.rer. nat I Made Wiryana SKom SSI MAppSc, akademisi & Konsultan IT Pemerintah serta Peneliti di Universitas Bielefeld Jerman.
Juga, Dondy Bappedyanto, CEO Biznet Gio Nusantara; dan Muhammad Irwin Day
PresDir PT Nawala Indonesia sekaligus Sekjen Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/webinar-open-source-making-a-difference-in-business-innovation-in-this-pandemic.jpg)